depo 10k slot depo 10k

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

Metro RayaUTAMAWebtorial

Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026: 1.360 RW Bersaing Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik

Surabaya telah resmi meluncurkan Lomba Kampung Pancasila 2026 pada malam 17 September 2026. Dengan melibatkan 1.360 Rukun Warga (RW) yang tersebar di 153 kelurahan, kompetisi ini merupakan bagian dari inisiatif untuk memperkuat semangat gotong royong, kemandirian, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, Lomba Kampung Pancasila diharapkan dapat menjadi wahana untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Makna Penting Lomba Kampung Pancasila

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan bahwa lomba ini adalah kesempatan untuk meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Gotong royong dan sikap saling membantu diharapkan dapat terus tumbuh dan dipelihara, terutama di tengah tantangan sosial yang dihadapi.

“Tujuan dari Lomba Kampung Pancasila adalah untuk mengedepankan kembali prinsip gotong royong yang merupakan inti dari Pancasila. Saya berharap dengan kembali ke nilai-nilai ini, kita bisa meningkatkan saling tolong-menolong dan menjaga satu sama lain di Kota Surabaya,” ungkap Eri Cahyadi dalam acara peluncuran tersebut.

Pentingnya Keterlibatan Masyarakat

Menurut Wali Kota Eri, berbagai masalah sosial yang ada tidak dapat sepenuhnya diselesaikan oleh pemerintah kota. Oleh karena itu, peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), sangat krusial dalam membangun kota secara kolektif.

“Kemajuan Surabaya bukan hanya ditentukan oleh wali kotanya, tetapi juga oleh warganya yang saling mendukung dalam semangat gotong royong, yang merupakan ciri khas Pancasila. Keterlibatan RT, RW, LPMK, dan seluruh masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan perubahan yang positif,” tuturnya.

Pilar Penilaian dalam Lomba

Lomba Kampung Pancasila memiliki empat pilar utama yang menjadi dasar penilaian, yaitu:

  • Lingkungan
  • Kemasyarakatan
  • Ekonomi
  • Sosial Budaya

Keempat pilar ini diharapkan tidak hanya menjadi indikator dalam kompetisi, tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di setiap kampung.

“Ketika semua aspek ini berjalan dengan baik, kita akan melihat perubahan positif di lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan solidaritas sosial di masyarakat. Masalah apapun tidak dapat diselesaikan secara sepihak oleh pemerintah,” jelas Eri.

Peran Pemerintah dalam Program Ini

Pemerintah Kota Surabaya juga menempatkan Perangkat Daerah (PD) sebagai pendamping kampung yang terlibat dalam program ini. Eri Cahyadi menekankan bahwa pemerintah tidak hanya bertugas membuat kebijakan dan mengalokasikan anggaran, tetapi juga harus hadir dan memberikan contoh nyata kepada masyarakat.

“Pemerintah kota harus menjadi bagian dari masyarakat, bukan hanya sebagai penguasa. Oleh karena itu, setiap PD akan bertindak sebagai pengampu untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik,” terangnya.

Tugas dan Tanggung Jawab Pengampu

PD yang menjadi pengampu bertanggung jawab untuk memastikan keempat pilar dalam program Kampung Pancasila berjalan dengan efektif. Ini mencakup pemeliharaan lingkungan, penggerakan ekonomi, penguatan kehidupan sosial budaya, dan pelaksanaan gotong royong.

“Tugas mereka adalah menjaga agar kampungnya tetap bersih, ekonominya bergerak, sosial budayanya berkembang, dan semangat gotong royong tetap hidup,” ujarnya.

Evaluasi Kinerja PD Pengampu

Pemerintah Kota juga akan melakukan evaluasi terhadap kinerja PD pengampu. Eri Cahyadi menegaskan, PD yang tidak mampu menjalankan tugas pendampingan akan mendapatkan penilaian negatif dalam bentuk bendera hitam.

“Tugas pemerintah tidak hanya sebatas pengaturan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat upacara,” tegasnya.

Harapan untuk Perubahan Nyata

Wali Kota Eri berharap bahwa Lomba Kampung Pancasila dapat membawa perubahan yang signifikan di setiap wilayah. Perubahan tersebut diharapkan mencakup aspek keamanan, lingkungan yang ramah bagi anak dan perempuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

“Saya berharap hasil dari lomba ini adalah kampung yang aman, bebas dari pencurian, ramah untuk anak dan perempuan, serta sejahtera,” tambahnya.

Semangat Gotong Royong Masyarakat Surabaya

Dia optimis semangat gotong royong akan tumbuh subur di Surabaya, sejalan dengan karakter masyarakat yang dikenal memiliki budaya saling membantu. “Saya yakin, dengan adanya Kampung Pancasila, semangat gotong royong yang telah menjadi bagian dari budaya arek Surabaya akan semakin kuat,” harapnya.

Basis Penilaian Lomba Kampung Pancasila

Ketua Satuan Tugas Kampung Pancasila Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menjelaskan bahwa empat pilar tersebut menjadi dasar utama dalam penilaian lomba. “Penilaian dalam Lomba Kampung Pancasila didasarkan pada empat pilar: lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, dan sosial budaya,” ujarnya.

Indikator Penilaian

Pada pilar lingkungan, salah satu indikator yang dinilai adalah pengurangan sampah melalui pemilahan mandiri dari sumbernya. Setiap rumah tangga diharapkan dapat melakukan pemilahan sampah di tingkat RT dan RW.

Sementara itu, pilar kemasyarakatan melibatkan aspek penguatan keamanan di lingkungan. Indikator penilaian mencakup pengaturan jadwal keamanan, pemasangan CCTV, dan upaya mewujudkan kampung yang bebas dari pencurian kendaraan bermotor.

Pilar ekonomi berfokus pada upaya warga untuk membangun kepedulian serta kemandirian ekonomi. Ini dapat dilakukan melalui identifikasi donatur atau sumbangan untuk menyelesaikan masalah sosial di lingkungan.

Kepedulian terhadap Sesama

Irvan menekankan pentingnya kepedulian di antara warga. “Kami mendorong warga yang mampu untuk membantu tetangga yang membutuhkan. Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian dari penilaian,” jelasnya.

Artinya, di tingkat RT dan RW, diharapkan warga yang berkemampuan dapat memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, sesuai dengan filosofi gotong royong yang diusung.

Pilar Sosial Budaya

Pilar sosial budaya meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, dan perhatian terhadap anak yang putus sekolah. Ini menjadi bagian penting dalam menilai kualitas hidup masyarakat.

Rangkaian Lomba Kampung Pancasila

Lomba Kampung Pancasila akan berlangsung dari September hingga Desember 2026. Tahapan lomba mencakup sosialisasi dan pertemuan teknis, peluncuran, pendaftaran online, seleksi administrasi, hingga verifikasi lapangan.

Irvan menjelaskan, seleksi administrasi akan mengacu pada data yang terdapat dalam aplikasi Sayang Warga. Para Ketua RT dan RW melakukan self-assessment setiap bulan melalui aplikasi tersebut, dan hasilnya menjadi dasar penilaian.

Proses Penilaian dan Verifikasi

Setelah proses penilaian, akan ada verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari perangkat daerah pemerintah kota, akademisi, media, dan praktisi. Verifikasi ini penting untuk memastikan akurasi data yang telah dikumpulkan.

Setelah peluncuran pada 17 September, langkah selanjutnya adalah Rapat Tim Juri untuk Verifikasi Lapangan Tahap I pada 23 September 2026, di mana verifikasi tahap pertama akan berlangsung dari 24 hingga 30 September 2026.

Pengumuman Hasil Seleksi

Hasil verifikasi akan dibahas dalam Rapat Penentuan 500 Besar RW pada 2 Oktober 2026. Sebanyak 500 RW yang berhasil lolos akan diumumkan pada 5 Oktober 2026 untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Proses penilaian akan dilanjutkan dengan Rapat Tim Juri untuk Verifikasi Lapangan Tahap II pada 19-20 Oktober 2026, dan verifikasi tahap kedua akan berlangsung pada 8-19 November 2026.

Pengumuman 200 RW Terbaik

Setelah verifikasi, 200 RW yang lolos akan diumumkan pada 20 November 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 RW akan diseleksi untuk masuk dalam kategori terbaik, sementara 165 RW lainnya akan mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp10 juta.

Irvan menambahkan bahwa penilaian terhadap 200 RW akan mempertimbangkan klasifikasi berdasarkan karakteristik wilayah. Keempat pilar tetap menjadi dasar penilaian, dengan bobot yang berbeda. Pilar lingkungan dan ekonomi memiliki bobot 35 persen, sedangkan pilar kemasyarakatan dan sosial budaya memiliki bobot 15 persen.

Dampak Program Kampung Pancasila

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, Eddy Christijanto, menyatakan bahwa program Kampung Pancasila berangkat dari nilai-nilai yang telah ada dalam kehidupan masyarakat Surabaya. “Nilai-nilai Pancasila sudah tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Surabaya. Yang perlu kita lakukan adalah menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut dalam bentuk sistem yang lebih terstruktur,” ujar Eddy.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat. “Yang terpenting adalah dampak positif bagi masyarakat, agar kita bisa maju bersama, sejahtera bersama, dan sehat bersama,” tambahnya.

Hadiah dan Bantuan untuk RW Terpilih

Dari 200 RW yang lolos, sebanyak 35 RW akan memperebutkan hadiah berdasarkan jumlah RT yang ada di masing-masing RW. Untuk RW dengan jumlah RT kurang dari tujuh, hadiah juara pertama adalah Rp25 juta, juara kedua Rp20 juta, dan juara ketiga Rp15 juta.

Sementara itu, bagi RW dengan jumlah RT tujuh atau lebih, hadiah juara pertama akan bernilai Rp30 juta, juara kedua Rp25 juta, dan juara ketiga Rp20 juta. “Dari 200 RW tersebut, kami akan memilih 35 RW terbaik berdasarkan klasifikasi jumlah RT,” jelas Eddy.

Selain itu, 165 RW lainnya dari 200 besar akan mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta masing-masing. “Setelah pengumuman 200 RW pada 20 November 2026, kami juga akan melanjutkan rangkaian lomba dengan roadshow di beberapa titik pada akhir November dan awal Desember 2026, sebelum ditutup dengan acara penghargaan,” tambahnya.

Eddy berharap, program Kampung Pancasila ini menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak berhenti hanya setelah kompetisi selesai. “Program ini Insyaallah akan terus berlanjut, siapa pun yang menjadi wali kota atau pejabatnya, karena ini demi kebaikan seluruh warga Surabaya,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button