depo 10k slot depo 10k

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

Ekonomi & BisnisUTAMA

Semen Gresik Tingkatkan Inovasi Material Hijau untuk Konstruksi Berbasis Rendah Karbon

Perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan suhu global dan variasi cuaca yang ekstrem menjadi tantangan serius bagi pembangunan infrastruktur. Di tengah meningkatnya permintaan akan infrastruktur, ada kebutuhan mendesak untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berfungsi secara efektif, tetapi juga meminimalkan dampak lingkungan serta mengurangi jejak karbon. Dalam konteks ini, perusahaan-perusahaan harus berkomitmen untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dengan cara yang lebih bertanggung jawab dan inovatif, termasuk berinvestasi dalam produk-produk yang memiliki emisi karbon yang lebih rendah.

Komitmen Semen Gresik terhadap Pembangunan Berkelanjutan

PT Semen Gresik, yang merupakan anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, memperkuat dedikasinya dalam menerapkan prinsip-prinsip industri hijau dan pembangunan berkelanjutan. Dukungan terhadap Indonesia Green Building Festival (IGBF) yang akan diselenggarakan pada tahun 2026 di Auditorium Shangri-La Hotel Surabaya menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan komitmen ini. Festival ini diselenggarakan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) dan diharapkan dapat menjadi platform penting untuk membahas berbagai isu terkait pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan.

Dengan mengusung tema “Mengintegrasikan Kebijakan Preservasi, Tolok Ukur Hijau, dan Penggunaan Material Berkelanjutan untuk Mewujudkan Infrastruktur Rendah Karbon”, IGBF 2026 bertujuan untuk menciptakan forum kolaborasi strategis antara berbagai pemangku kepentingan. Forum ini tidak hanya akan membahas kebijakan, tetapi juga penerapan tolok ukur hijau serta penggunaan material yang berkelanjutan dalam mendukung pembangunan yang rendah karbon.

Rangkaian Kegiatan IGBF 2026

IGBF 2026 merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh SIG bersama dengan GBCI di lima kota besar di Indonesia: Bandung, Yogyakarta, Makassar, Denpasar, dan Surabaya. Kegiatan ini akan menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara pelaku industri, pemerintah, akademisi, serta praktisi di sektor konstruksi. Tujuannya adalah memperkuat penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Strategi Keberlanjutan Semen Gresik

Direktur Utama PT Semen Gresik, Gatot Mardiana, menekankan bahwa keberlanjutan adalah aspek integral dari strategi perusahaan dalam menjalankan operasional dan mengembangkan produk serta solusi konstruksi. Menurutnya, transformasi menuju industri yang lebih hijau memerlukan pengintegrasian aspek lingkungan ke dalam setiap proses bisnis dan inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Bagi kami, green industry adalah bagian penting dari transformasi bisnis yang bertujuan untuk menciptakan nilai jangka panjang. Di Pabrik Rembang, kami menerapkan pendekatan ini dengan melakukan inovasi dari proses produksi hingga pengembangan produk. Kami memiliki semen hijau yang emisinya hingga 28% lebih rendah dibandingkan semen konvensional,” jelas Gatot.

Penerapan Ekonomi Sirkular

Semen Gresik juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam proses produksinya. Ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan bakar alternatif seperti Refuse-Derived Fuel (RDF), limbah industri, dan biomassa. Dengan pendekatan ini, perusahaan berusaha untuk menciptakan proses produksi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kolaborasi antara Semen Gresik dan GBCI adalah langkah strategis, di mana GBCI berperan dalam mendorong pemahaman dan penerapan prinsip bangunan hijau. Di sisi lain, Semen Gresik berkontribusi melalui produk-produk yang dihasilkan dengan proses produksi yang ramah lingkungan.

Momentum Kolaborasi dalam Penggunaan Material Hijau

“Karena itu, IGBF menjadi momentum penting untuk kolaborasi dan dorongan dalam penggunaan material bangunan yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi,” tambah Gatot.

Dalam konteks ini, Ir Ignesjz Kemalawarta MBA, Chairperson Green Building Council Indonesia, mengungkapkan bahwa penerapan prinsip bangunan hijau memerlukan pendekatan terintegrasi. Hal ini meliputi kebijakan, desain, performa bangunan, serta material yang digunakan. Keterlibatan industri bahan bangunan sangat penting dalam memperluas penerapan pembangunan rendah karbon di Indonesia.

Target Net Zero Emission 2060

Bangunan dan properti berperan signifikan dalam mendukung pencapaian target net zero emission Indonesia pada tahun 2060. Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan kolaborasi dan inovasi di seluruh rantai industri. Transformasi menuju pembangunan rendah karbon harus berjalan konsisten dan sejalan dengan komitmen Indonesia yang diatur dalam Nationally Determined Contribution (NDC).

Dengan berkolaborasi bersama GBCI dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Semen Gresik terus berkomitmen untuk mengembangkan produk serta solusi konstruksi yang menekankan pada kualitas, performa, durabilitas, efisiensi sumber daya, dan aspek keberlanjutan. Komitmen ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan serta SIG untuk memperkuat ekosistem konstruksi hijau, mendukung pembangunan yang rendah karbon, dan membantu mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.

Related Articles

Back to top button