Pemilik THM Landak Menyatakan Tidak Tinggal di Lokasi dan Menolak Tuduhan Prostitusi

Polemik mengenai praktik prostitusi yang diduga terjadi di Tempat Hiburan Malam (THM) di Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, kini menjadi sorotan. Pemilik THM tersebut, Rafizar Kesuma Jaya yang akrab disapa Vio, telah memberikan klarifikasi yang tegas mengenai situasi ini. Dalam pernyataannya, dia menolak semua tuduhan yang menyebutkan bahwa tempat usahanya terlibat dalam praktik asusila berkedok Lady Companion (LC). Dalam konteks ini, penting untuk memahami perspektif dan komitmen yang diusung oleh Rafizar terkait operasional THM-nya.
Pernyataan Pemilik THM Landak
Rafizar dengan tegas menyatakan bahwa para LC yang bekerja di THM miliknya tidak tinggal di lokasi tersebut. Menurutnya, setiap LC selalu pulang ke rumah setelah jam operasional selesai. “Tidak benar jika ada anggapan bahwa LC saya menetap di THM. Mereka semua kembali ke rumah setelah bekerja, tidak ada yang tinggal di situ,” ungkapnya dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Lebih lanjut, Rafizar mengakui bahwa dalam beberapa kondisi tertentu, ada LC yang tidak dapat langsung pulang. Hal ini biasanya disebabkan oleh situasi yang membuat mereka tidak memungkinkan untuk pulang secepatnya. “Apabila mereka masih dalam keadaan mabuk, saya biasanya meminta mereka untuk beristirahat di lokasi THM hingga mereka sadar. Keesokan harinya baru mereka pulang,” jelasnya.
Klarifikasi Terkait Praktik Prostitusi
Rafizar juga membantah keras bahwa praktik prostitusi berlangsung di tempat usahanya. Dia menegaskan bahwa manajemen THM berkomitmen untuk tidak menerima tamu di bawah umur, termasuk anak-anak sekolah. “Kami tidak pernah membenarkan praktik asusila di sini. Semua aktivitas yang berlangsung dalam THM kami harus sesuai dengan ketentuan hukum dan norma yang berlaku,” tambahnya.
Tanggapan Terhadap Keluhan Warga
Seiring dengan berjalannya waktu, muncul keluhan dari warga sekitar mengenai suara bising yang terjadi hingga larut malam. Merespons hal ini, Rafizar menyatakan niatnya untuk melakukan evaluasi terhadap operasional THM yang menjadi miliknya. “Kami akan lebih tertib lagi. Jika ada aktivitas yang dianggap mengganggu ketenangan warga, kami akan segera mengambil tindakan,” ujarnya.
Keluhan tersebut sebelumnya disampaikan oleh salah satu warga kepada Ketua RT 03 Desa Landak, Mufridi. Setelah itu, masalah ini dibahas dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Kantor Desa Landak, yang juga dihadiri oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. “Kami sangat menghargai masukan dari masyarakat dan akan berupaya untuk menjaga agar usaha kami tetap berjalan dengan baik tanpa mengganggu ketentraman warga,” imbuh Rafizar.
Langkah-langkah Perbaikan yang Ditempuh
Dalam upaya merespons keluhan warga, Rafizar menggarisbawahi beberapa langkah perbaikan yang akan diambil, antara lain:
- Meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di THM.
- Memastikan tidak ada tamu di bawah umur yang masuk ke dalam lokasi.
- Menetapkan jam operasional yang lebih ketat.
- Mengatur volume musik agar tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar.
- Menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pihak berwenang.
Klarifikasi Sebagai Respon Terhadap Berita
Pernyataan yang dikeluarkan oleh Rafizar merupakan tanggapan terhadap pemberitaan yang sempat viral di salah satu media online. Dia merasa penting untuk memperjelas posisi dan komitmen THM yang dipimpinnya terkait tuduhan yang tidak berdasar tersebut. “Kami berusaha untuk menjalankan usaha ini secara profesional dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Rafizar berharap bahwa dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat dapat lebih memahami bahwa THM yang dikelolanya tidak terlibat dalam praktik yang melanggar hukum. “Kami ingin membangun hubungan baik dengan masyarakat dan menunjukkan bahwa kami berkomitmen untuk menjaga lingkungan yang aman dan nyaman,” tambahnya.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Dalam konteks ini, Rafizar mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk selalu berkomunikasi jika ada masalah yang muncul. “Kami terbuka untuk mendengarkan keluhan dan masukan dari masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, saya yakin kita bisa menemukan solusi yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Menjaga Citra Positif THM
Dalam industri tempat hiburan malam, menjaga citra positif adalah hal yang sangat penting. Rafizar menyadari bahwa setiap tindakan dan keputusan yang diambilnya berpengaruh terhadap reputasi THM yang dikelolanya. Oleh karena itu, dia berusaha untuk memastikan bahwa setiap aspek operasional selalu berada dalam koridor yang benar.
“Kami tidak ingin THM ini hanya dilihat sebagai tempat hiburan semata, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Untuk itu, kami akan terus berupaya menjalankan usaha kami dengan baik,” jelas Rafizar.
Harapan untuk Masa Depan
Melihat ke depan, Rafizar berharap agar kerjasama antara THM dan masyarakat dapat terjalin dengan baik. “Kami ingin menjadi bagian dari solusi dan bukan masalah. Dengan demikian, kami bisa bersama-sama membangun Desa Landak yang lebih baik,” tutupnya.




