Efektivitas Pengawasan Rokok Ilegal di Banten Menjadi Sorotan CDC

Dalam beberapa tahun terakhir, pengawasan rokok ilegal di Banten telah menjadi isu yang semakin mendesak. Temuan terbaru dari Creative Democracy Center (CDC) Forum Mahasiswa dan Pemuda menunjukkan bahwa meskipun pihak berwenang telah melakukan berbagai upaya, efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Banten masih perlu dievaluasi. Dengan banyaknya kasus penemuan dan pemusnahan rokok ilegal, muncul pertanyaan besar: mengapa jaringan distribusi rokok ilegal masih beroperasi secara luas?
Data Terbaru Mengenai Penindakan Rokok Ilegal
Pada 21 Agustus 2026, DJBC Banten melaporkan pemusnahan lebih dari 41 juta batang rokok ilegal, dengan total nilai barang mencapai sekitar Rp62,27 miliar. Dari jumlah tersebut, diperkirakan potensi kerugian bagi negara dari sektor cukai mencapai Rp39,95 miliar. Barang-barang tersebut adalah hasil dari berbagai operasi, termasuk yang dikenal sebagai Operasi ASAP. Selain itu, pada Juni 2026, Bea Cukai Banten dan Bea Cukai Merak berhasil menggagalkan distribusi 8,2 juta batang rokok ilegal di area Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, dengan nilai mencapai Rp12,68 miliar dan potensi kerugian negara sekitar Rp7,9 miliar.
Direktur Eksekutif CDC, Idan Wildan, menekankan pentingnya mengevaluasi pola pengawasan yang ada. Ia mengungkapkan, meskipun penindakan yang dilakukan menunjukkan adanya aktivitas penegakan hukum, fakta bahwa rokok ilegal masih dapat beredar dalam jumlah besar menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan yang ada.
Evaluasi Kemampuan Pengawasan DJBC Banten
Idan Wildan mempertanyakan seberapa efektif Kepala Kanwil DJBC Banten dalam menghentikan peredaran rokok ilegal. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan penindakan tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah barang yang disita. “Kita perlu memahami bagaimana jaringan pemasok dan pengendali masih bisa beroperasi meskipun ada penindakan,” ungkapnya.
- Jumlah barang ilegal yang disita sangat besar.
- Jaringan distribusi tetap aktif meskipun ada penindakan.
- Pengawasan yang ada perlu dievaluasi lebih mendalam.
- Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penyitaan saja.
- Dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut terhadap aktor di balik jaringan tersebut.
Pentingnya Penelusuran Jaringan Distribusi
CDC menekankan bahwa penindakan terhadap rokok ilegal tidak boleh berhenti pada proses penyitaan dan pemusnahan. Idan menegaskan perlunya menelusuri lebih jauh rantai distribusi rokok ilegal, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam produksi, pemasokan, serta pengendalian peredaran. “Kita perlu mengetahui siapa sebenarnya yang berada di balik semua ini. Apakah penegakan hukum hanya menargetkan kurir atau pengecer, atau ada aktor intelektual yang lebih besar?” ujarnya.
Menelusuri Pemodal dan Pengendali Jaringan
Idan juga meminta aparat penegak hukum untuk mendalami kemungkinan adanya pemodal yang berperan dalam jaringan distribusi rokok ilegal. Ia menekankan bahwa CDC tidak ingin menuduh tanpa bukti, tetapi meminta agar dugaan tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang transparan dan profesional.
“Jika memang ada individu atau kelompok yang berperan sebagai pengendali, maka mereka harus diungkap dan diproses sesuai hukum. Kita tidak ingin hanya pelaku lapangan yang dihukum, sementara pengendali besar lepas dari jeratan hukum,” tegas Idan.
Langkah-Langkah Pengawasan yang Dilakukan DJBC
Bea Cukai telah mengakui pentingnya penguatan pengawasan terhadap jalur distribusi rokok ilegal. Pada bulan Juni 2026, Kanwil DJBC Banten melaksanakan Operasi Gurita, di mana mereka memeriksa sejumlah perusahaan jasa titipan untuk mencegah distribusi rokok ilegal melalui jalur pengiriman barang. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk memperkuat pengawasan dan menanggulangi peredaran barang ilegal.
Transparansi dalam Penyelidikan
CDC meminta agar hasil penyelidikan terhadap jaringan distribusi rokok ilegal diumumkan secara terbuka kepada publik. “Apabila tidak ada aktor intelektual yang terlibat, tunjukkan hasil penyelidikannya. Namun, jika ada, jangan hanya para pelaku di lapangan yang diproses, sementara pengendali tetap tidak tersentuh,” kata Idan.
Peran Masyarakat dalam Pengawasan
Pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan peredaran rokok ilegal juga tidak dapat diabaikan. Masyarakat perlu dilibatkan dalam upaya melawan peredaran rokok ilegal, baik melalui pelaporan maupun edukasi tentang bahaya rokok ilegal. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan pengawasan terhadap rokok ilegal dapat lebih efektif.
Strategi Edukasi untuk Masyarakat
Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat:
- Menyelenggarakan seminar dan workshop tentang bahaya rokok ilegal.
- Menggunakan media sosial untuk menyebarluaskan informasi mengenai dampak negatif rokok ilegal.
- Melibatkan organisasi masyarakat dalam kampanye antirokok ilegal.
- Mendorong masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran rokok ilegal.
- Memberikan insentif bagi masyarakat yang aktif melaporkan kasus rokok ilegal.
Kesimpulan Dalam Pengawasan Rokok Ilegal
Pengawasan rokok ilegal di Banten menunjukkan tantangan yang signifikan. Meskipun telah ada upaya penindakan yang besar, perlu ada evaluasi mendalam mengenai jaringan distribusi dan aktor yang terlibat. Langkah-langkah yang lebih komprehensif diperlukan untuk memastikan bahwa penegakan hukum tidak hanya berhenti pada permukaan, tetapi juga menyasar pada akar masalah yang lebih dalam. Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, diharapkan peredaran rokok ilegal dapat diminimalisir secara signifikan.
