Tingkatkan Kepercayaan Publik dengan Edukasi Relawan tentang Keunggulan RS Pemerintah

Dalam upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan, penting bagi masyarakat untuk memahami keunggulan yang ditawarkan oleh rumah sakit pemerintah. Di tengah pilihan yang ada, banyak orang masih cenderung memilih rumah sakit swasta meskipun rumah sakit pemerintah telah mengalami peningkatan signifikan dalam hal kualitas pelayanan dan fasilitas. Untuk itu, edukasi relawan RS pemerintah menjadi langkah penting agar masyarakat lebih mengenal dan percaya pada layanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah.
Peran Relawan dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperbaiki sektor kesehatan di kota ini. Dalam sebuah audiensi dengan Relawan Kesehatan Probis Sumut, yang berlangsung di Balai Kota, Zakiyuddin menekankan perlunya peran aktif relawan dalam menyebarluaskan informasi mengenai keunggulan fasilitas kesehatan milik negara.
Diskusi tersebut dihadiri oleh pejabat penting, termasuk Plt Kadis Kesehatan Surya Syahputra dan Plt Dirut RSUD dr Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan. Mereka sepakat bahwa meskipun kualitas rumah sakit pemerintah telah meningkat, masih ada tantangan dalam mengubah cara pandang masyarakat yang lebih memilih rumah sakit swasta.
Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan
Dalam pertemuan itu, Zakiyuddin memaparkan bagaimana rumah sakit pemerintah kini telah bertransformasi. Ia menyebutkan bahwa alat kesehatan yang tersedia sudah lebih lengkap dan pelayanan kepada pasien terus ditingkatkan. Ia mengajak relawan untuk mengedukasi masyarakat tentang kelayakan dan kualitas layanan yang ditawarkan oleh rumah sakit pemerintah saat ini.
- Peralatan medis yang mutakhir
- Pelayanan yang lebih cepat dan efisien
- Tenaga medis yang terlatih dan profesional
- Fasilitas yang lebih nyaman
- Program kesehatan yang terintegrasi
Komitmen Pemerintah terhadap Universal Health Coverage
Zakiyuddin juga menekankan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk mendukung program Universal Health Coverage (UHC). Ia mengakui bahwa meskipun ada kemajuan, masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti kebutuhan akan tempat tidur yang memadai. Hal tersebut perlu terus dipantau agar layanan kesehatan dapat tetap optimal dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Rencana Talkshow Edukasi Kesehatan
Ketua Relawan Kesehatan Probis, Ridwan Sibarani, menjelaskan bahwa tujuan audiensi adalah untuk menyampaikan rencana strategis mereka, yaitu mengadakan talkshow tentang kesehatan yang akan ditayangkan di TVRI pada 8 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam bidang kesehatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan kesehatan yang baik.
Talkshow tersebut direncanakan akan menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, termasuk Dinas Kesehatan Pemprov Sumut, BPJS Kesehatan, dan pihak terkait lainnya. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan diskusi ini dapat menyinkronkan pelayanan kesehatan dan mengidentifikasi kendala yang ada di lapangan.
Menanggapi Tantangan di Lapangan
Salah satu fokus utama dari talkshow ini adalah mengkritisi berbagai kendala yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan. Ridwan mengungkapkan adanya oknum di rumah sakit swasta yang terkadang menggiring masyarakat ke layanan swasta, sehingga mengabaikan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Dengan edukasi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Harapan untuk Masa Depan Kesehatan Masyarakat
Di akhir pertemuan, Zakiyuddin Harahap menyambut baik inisiatif talkshow tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dalam perbaikan sistem kesehatan di Medan. Ia juga berpesan kepada para relawan untuk terus menyuarakan pentingnya pola hidup sehat, dimulai dari lingkungan terkecil.
“Kami berharap ini menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara menyeluruh, sekaligus mengedukasi masyarakat agar memulai hidup sehat dari lingkungan mereka sendiri,” ungkap Zakiyuddin.




