Talang Babungo: MTsN 6 Solok Adakan Pemilihan Ketua OSIM untuk Dorong Semangat Demokrasi

Demokrasi bukan hanya konsep yang perlu diajarkan di bangku sekolah, tetapi juga harus dirasakan dan dijalani secara langsung. Di MTsN 6 Solok, semangat demokrasi itu diwujudkan melalui pelaksanaan pemilihan ketua OSIM (Organisasi Siswa Intra Sekolah) untuk periode 2026–2027. Acara yang berlangsung pada Senin, 13 April 2026, di lapangan hijau ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam proses pemilihan yang demokratis.
Rangkaian Pemilihan Ketua OSIM
Proses pemilihan ketua OSIM dimulai dengan serangkaian kegiatan yang meliputi kampanye dan penyampaian visi serta misi oleh tiga pasangan calon. Acara kampanye diadakan pada Jumat, 10 April 2026, di mana masing-masing pasangan calon mempresentasikan gagasan serta program unggulan mereka untuk masa kepemimpinan mendatang.
Calon-Calon yang Berkompetisi
Pasangan calon pertama adalah Khalifahtul Nurjasmi, siswa kelas VIII yang sebelumnya menjabat sebagai pengurus OSIM, berpasangan dengan Izzatun Nasila dari kelas VII. Keduanya dikenal aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan madrasah. Pasangan kedua diwakili oleh Imam Syauki dari kelas VIII dan Aprilia Rahmatillah yang berasal dari kelas VII, keduanya membawa perspektif baru ke dalam organisasi. Pasangan ketiga adalah Syahraghil Randika, wakil ketua OSIM sebelumnya, yang berpasangan dengan Najib Haritsah dari kelas VII.
Pentingnya Pembelajaran Demokrasi
Pembina OSIM, Ridha Syukra, S.Pd, menekankan bahwa kegiatan pemilihan ini bukan sekadar ritual, tetapi merupakan sarana penting bagi siswa untuk memahami proses demokrasi. Ia memberikan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan pemilihan agar berlangsung dengan tertib, jujur, dan adil, mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya ada dalam setiap pemilu.
Pembukaan Resmi Pemilihan
Pemilihan ketua OSIM secara resmi dibuka oleh Kepala MTsN 6 Solok yang diwakili oleh Wakil Kepala Kurikulum, Ramdanus, S.Pd., M.Pd.E. Dalam kesempatan tersebut, Ramdanus melakukan pencoblosan pertama yang diikuti oleh Wakil Kepala Kesiswaan, Karlina Lahar, S.Pd., sebagai simbol dimulainya proses pemungutan suara.
Antusiasme Siswa dalam Proses Pemilihan
Proses pemilihan ketua OSIM berjalan dengan tertib dan penuh semangat, diikuti oleh seluruh siswa serta guru dan pegawai di MTsN 6 Solok. Setiap siswa menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab, mencerminkan komitmen mereka terhadap nilai-nilai demokrasi yang diterapkan di lingkungan madrasah.
Pentingnya Kegiatan Bagi Siswa
Kepala MTsN 6 Solok, Hj. Harnofa Triza, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan pemilihan ini lebih dari sekadar memilih pemimpin OSIM. Ia menyatakan bahwa ini merupakan sarana edukasi bagi siswa untuk memahami mekanisme sistem demokrasi yang berlaku.
- Siswa belajar tentang proses pemilu dari awal hingga akhir.
- Mereka memahami pentingnya kampanye dan penggalangan dukungan.
- Proses pemungutan suara diadakan dengan penuh tanggung jawab.
- Pengalaman ini akan berguna ketika mereka terjun ke masyarakat.
- Menjadi bekal untuk berpartisipasi dalam pemilu di masa depan.
Membangun Karakter Generasi Muda
Melalui kegiatan ini, MTsN 6 Solok memperkuat komitmennya untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab kepada siswa. Hal ini merupakan bagian integral dari upaya membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.
Dengan keterlibatan aktif dalam kegiatan seperti pemilihan ketua OSIM, siswa dilatih untuk menjadi warga negara yang baik. Mereka diajarkan untuk berpikir kritis, berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, dan memahami hak serta kewajiban mereka dalam masyarakat.
“Kegiatan ini memberikan siswa kesempatan untuk belajar tentang proses pemilu yang sesungguhnya, sehingga mereka siap dan mampu berkontribusi positif di masyarakat, bahkan berpotensi menjadi pemimpin di masa depan,” ungkap Hj. Harnofa Triza.
Melalui pemilihan ketua OSIM, MTsN 6 Solok tidak hanya menciptakan pemimpin masa depan, tetapi juga menciptakan individu yang paham akan hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Dengan semangat demokrasi yang tertanam, diharapkan siswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi harus dimulai sejak usia dini, dan MTsN 6 Solok telah mengambil langkah yang tepat untuk mendidik generasi muda dalam memahami dan menjalankan nilai-nilai demokrasi dengan baik.
Melalui pemilihan ketua OSIM ini, semoga harapan akan lahirnya pemimpin-pemimpin yang berintegritas dan mampu membawa perubahan positif dapat terwujud di masa depan. Kegiatan ini adalah langkah awal yang penting dalam membentuk karakter siswa yang siap menghadapi tantangan di dunia yang kian kompleks.




