depo 10k slot depo 10k

Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

NewsREGIONAL

Klarifikasi Ahli Waris Terkait Polemik Akses Jalan di Desa Bunder: Sebuah Penjelasan Lengkap

Kontroversi yang melibatkan penutupan akses jalan menuju rumah warga di Kampung Selaeurih, RT 12/RW 04, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, akhirnya mendapatkan penjelasan dari ahli waris pemilik tanah. Polemik ini dipicu oleh pemasangan pagar batas lahan yang disinyalir telah mengisolasi beberapa rumah warga, sebuah situasi yang memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Peristiwa yang Menarik Perhatian Publik

Kejadian ini semakin menjadi sorotan setelah munculnya video di media sosial yang menunjukkan kondisi rumah warga berinisial DN dan NV, yang diduga terputus aksesnya akibat pagar bambu. Video tersebut di-upload oleh salah satu anggota keluarga kedua warga tersebut, yang kemudian memicu beragam tanggapan dari berbagai pihak.

Klarifikasi dari Ahli Waris

Menyikapi situasi tersebut, Ujang Kosasih, ahli waris pemilik lahan, kemudian memberikan penjelasan pada media pada Kamis (12/3/2026). Kosasih mengklaim bahwa pagar yang dipasang merupakan pembatas lahan yang sah milik keluarganya. Ia juga menunjukkan sertifikat kepemilikan resmi tanah tersebut dan menegaskan bahwa pajak tanahnya masih dibayar secara rutin.

Latar Belakang Pembuatan Jalan

Kosasih menguraikan bahwa awalnya ada jalan tanah yang dibuat hanya untuk akses menuju lahan kosong milik keluarganya. Namun seiring berkembangnya permukiman, jalan tersebut sering digunakan oleh warga karena jaraknya lebih dekat menuju jalan utama.

Perbaikan Jalan dan Pemagaran

Kosasih mengakui bahwa warga dan pemerintah desa pernah meminta izin untuk memperbaiki dan mengaspal jalan tersebut. Meski awalnya ia menolak karena statusnya bukan jalan umum, namun ia akhirnya setuju atas dasar kepentingan sosial dan kemudahan aktivitas masyarakat. Ia juga mengizinkan jalan tersebut diperlebar, namun dengan catatan bahwa tanah tersebut belum dihibahkan kepada siapa pun.

Status Tanah dan Proyek Pengaspalan

Sebelum proses pengaspalan jalan dilakukan, kepala desa telah memberikan penjelasan kepada warga bahwa proyek tersebut menggunakan anggaran bantuan provinsi, sementara status tanah tetap milik Kosasih.

Penyebab Polemik

Kontroversi pemagaran ini muncul ketika lahan kosong milik keluarga Kosasih direncanakan akan disewa oleh salah satu perusahaan telekomunikasi untuk pembangunan menara atau tower. Dalam proses ini, Kosasih berencana membuat pernyataan tertulis untuk menghibahkan sebagian tanah yang digunakan sebagai jalan kepada warga.

Penolakan Beberapa Warga

Walaupun rencana ini pada dasarnya telah disetujui oleh pemerintah desa dan sebagian besar warga sekitar, namun masih ada dua warga, yakni DN dan NV, yang belum menyetujui kesepakatan tersebut. Pemagaran dilakukan untuk memastikan batas antara rumah mereka dengan lahan yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan tower.

Penyelesaian Polemik

Walaupun sempat menimbulkan polemik, persoalan ini akhirnya dapat diselesaikan melalui mediasi yang difasilitasi oleh aparat setempat. Pada mediasi tersebut, semua pihak akhirnya menandatangani kesepakatan bersama. Ahli waris pemilik lahan juga telah membuka kembali pagar bambu yang sempat menutup akses jalan menuju rumah kedua warga tersebut.

Kosasih berharap agar polemik ini tidak lagi diperbesar dan dapat diselesaikan dengan baik. “Saya berharap masalah ini tidak dibesar-besarkan lagi. Secara pribadi saya merasa seolah diposisikan sebagai pihak yang bersalah, padahal faktanya tidak seperti itu,” tutup Kosasih.

Related Articles

Back to top button