Pemprov Kalteng Siapkan Skema Kredit UMKM HAGUET untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) baru-baru ini mengadakan rapat virtual untuk mendiskusikan Skema Kredit UMKM Huma Betang Unggul, Efisien, dan Tangguh (HAGUET). Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng dan dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, H. Darliansjah, yang mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng.
Tujuan Rapat dan Tantangan UMKM
Rapat ini memiliki tujuan utama untuk mematangkan skema pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kalimantan Tengah. Dengan meningkatnya akses terhadap permodalan yang terjangkau dan berkelanjutan, diharapkan UMKM dapat berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian daerah.
H. Darliansjah dalam arahannya mengungkapkan bahwa terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM di Kalteng. Tantangan tersebut meliputi:
- Rendahnya akses terhadap kredit formal.
- Tingginya biaya dana.
- Banyak pelaku usaha yang belum bankable karena keterbatasan agunan.
- Lemahnya pembukuan usaha yang dipegang oleh pelaku UMKM.
Pembiayaan yang Terintegrasi
Menurut H. Darliansjah, intervensi untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut tidak cukup hanya melalui subsidi bunga. Pendekatan yang lebih holistik diperlukan, yang mencakup pembiayaan, penjaminan, dan pendampingan usaha secara menyeluruh.
Skema Kredit UMKM HAGUET dirancang sebagai solusi komprehensif melalui kolaborasi antara Pemprov Kalteng dan sektor perbankan, terutama Bank Kalteng, dengan dukungan lembaga penjamin. Program ini mengusung konsep pembiayaan berbasis subsidi bunga dan berbagi risiko (risk sharing). Dengan model ini, pelaku UMKM dapat memperoleh kredit dengan bunga yang sangat rendah, bahkan nol persen.
Rincian Skema Kredit HAGUET
Dalam skema ini, suku bunga kredit yang ditetapkan adalah 6 persen per tahun. Dari jumlah tersebut, 3 persen akan disubsidi oleh pemerintah daerah melalui APBD, sementara 3 persen lagi akan ditanggung oleh pihak bank. Dengan demikian, debitur hanya perlu membayar pokok pinjaman tanpa bunga, sehingga beban finansial mereka dapat diminimalkan.
Program ini ditargetkan untuk menjangkau sekitar 3.000 pelaku usaha di sektor-sektor prioritas, seperti:
- Pangan lokal.
- Perikanan.
- UMKM olahan.
- Ekonomi kreatif.
- Hilirisasi produk desa.
Plafon kredit yang ditawarkan maksimum mencapai Rp50 juta per debitur, memberikan kesempatan bagi banyak pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas mereka.
Penjaminan dan Pendampingan Usaha
Selain aspek pembiayaan, program HAGUET juga diperkuat dengan penjaminan kredit melalui PT Jamkrida Kalteng. Penjaminan ini mencakup hingga 70 persen dari total pinjaman yang diberikan, sehingga mengurangi risiko bagi pihak bank dan meningkatkan kepercayaan untuk memberikan kredit.
Pendampingan usaha juga menjadi bagian penting dari program ini. Proses pendampingan berlangsung secara terstruktur, dimulai dari pra hingga pasca penyaluran kredit, sehingga pelaku UMKM dapat memiliki bimbingan yang diperlukan untuk mengelola usaha mereka dengan lebih baik.
Inovasi dan Monitoring Digital
Program HAGUET juga mengedepankan kebijakan inovatif melalui kurasi usaha dan monitoring berbasis data. Integrasi lintas perangkat daerah akan memastikan bahwa semua aspek dari program ini saling mendukung dan berfungsi dengan baik.
Untuk lebih meningkatkan efektivitas, Pemprov Kalteng merencanakan digitalisasi melalui dashboard monitoring. Dashboard ini akan digunakan untuk memantau penyaluran kredit, kinerja UMKM, dan risiko kredit macet secara real-time, sehingga intervensi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Dampak Ekonomi yang Diharapkan
Dari sisi ekonomi, implementasi program HAGUET diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi daerah mencapai Rp225 miliar. Selain itu, program ini juga diprediksi dapat menyerap tenaga kerja antara 6.000 hingga 9.000 orang, yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kalteng.
Langkah Strategis Pemprov Kalteng
Pemprov Kalteng sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis selanjutnya untuk memastikan keberhasilan program ini. Beberapa langkah tersebut meliputi:
- Penyusunan regulasi dalam bentuk Peraturan Gubernur.
- Kerja sama dengan pihak perbankan dan lembaga penjamin.
- Penyusunan mekanisme penyaluran dan pendampingan UMKM.
Langkah-langkah ini diharapkan akan memastikan bahwa program HAGUET dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran, memberikan manfaat yang maksimal bagi pelaku UMKM di Kalimantan Tengah.
Harapan untuk Ekonomi Kerakyatan
Melalui Skema Kredit UMKM HAGUET, Pemprov Kalteng berharap bukan hanya untuk meningkatkan akses permodalan, tetapi juga untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan meningkatkan inklusi keuangan, diharapkan UMKM dapat naik kelas dan menjadi lebih berdaya saing dalam pasar yang semakin kompetitif.
Dengan berbagai inisiatif dan kolaborasi ini, Pemprov Kalteng menunjukkan komitmennya untuk mendukung pelaku UMKM, yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Diharapkan, program ini tidak hanya menghasilkan dampak jangka pendek tetapi juga memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

