Universitas Negeri di Ciamis: Menggali Kebutuhan Pendidikan dan Sejarah PSDKU Lokal

Wacana mengenai kehadiran perguruan tinggi negeri di Kabupaten Ciamis kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Hal ini bukan sekadar mengenai status kampus negeri atau swasta, tetapi juga berkaitan dengan akses pendidikan tinggi yang lebih layak bagi masyarakat serta dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di daerah ini. Selama bertahun-tahun, pendidikan tinggi di Ciamis telah berkembang berkat kekuatan masyarakat Tatar Galuh, meskipun hingga kini belum ada perguruan tinggi negeri yang berdiri secara mandiri dan otonom.
Kondisi Pendidikan Tinggi di Ciamis
Saat ini, Ciamis belum memiliki perguruan tinggi negeri (PTN) yang beroperasi secara mandiri. Kehadiran institusi pendidikan negeri di daerah ini lebih banyak melalui Universitas Terbuka, yang menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun, di balik itu, Ciamis memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang cukup beragam dengan berbagai pilihan.
Setidaknya ada tujuh perguruan tinggi yang terdaftar dan aktif beroperasi di Ciamis, yang terdiri dari satu universitas, satu institut, dan lima sekolah tinggi. Kebanyakan dari institusi ini berstatus swasta dan beroperasi di bawah yayasan atau organisasi keagamaan. Keberadaan perguruan tinggi ini memunculkan dua pandangan yang saling melengkapi mengenai kebutuhan pendidikan tinggi di daerah ini.
Persepsi Masyarakat terhadap Perguruan Tinggi Negeri
Bah Pepoy, yang menjabat sebagai Ketua Forum Journalist Galuh, berpendapat bahwa adanya perguruan tinggi swasta di Ciamis merupakan modal penting untuk pengembangan pendidikan tinggi. Menurutnya, keberadaan kampus swasta seharusnya tidak menjadi penghalang untuk mendiskusikan hadirnya perguruan tinggi negeri. Justru, keberadaan berbagai institusi pendidikan tersebut bisa menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang lebih komprehensif.
“Kita sudah memiliki banyak perguruan tinggi di Ciamis, yang menunjukkan adanya kebutuhan dan perhatian masyarakat terhadap pendidikan tinggi,” ungkap Bah Pepoy. Ia menekankan pentingnya untuk mendorong pembentukan perguruan tinggi negeri tanpa melupakan peran penting kampus swasta yang sudah ada.
Data Pendidikan dan Kualitas Sumber Daya Manusia
Dalam konteks pendidikan, data menunjukkan bahwa Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat Ciamis pada tahun 2018 adalah 7,69 tahun, meningkat menjadi 7,70 tahun pada tahun 2019, dan berada di kisaran 7,8 tahun di tahun-tahun berikutnya. Bah Pepoy melihat angka-angka ini sebagai indikasi penting untuk memperluas pilihan pendidikan bagi warga Ciamis.
“Anak-anak Ciamis tidak seharusnya berpikir untuk keluar daerah hanya untuk melanjutkan pendidikan tinggi, karena pilihan kampus negeri tidak tersedia di daerah mereka,” tambahnya. Dengan adanya perguruan tinggi negeri, masyarakat Ciamis akan memiliki lebih banyak pilihan dan kesempatan untuk mengakses pendidikan yang lebih baik.
Dampak Ekonomi dari Kehadiran Perguruan Tinggi
Selanjutnya, kajian menunjukkan bahwa ketika mahasiswa Ciamis melanjutkan pendidikan ke luar daerah, pengeluaran mereka untuk indekos, makanan, transportasi, dan kebutuhan lainnya akan berdampak pada perekonomian daerah tempat mereka kuliah. Sebaliknya, jika ada perguruan tinggi negeri di Ciamis, potensi untuk mempertahankan perputaran ekonomi di daerah ini menjadi lebih besar.
Aktivitas kampus dapat memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi lokal, termasuk UMKM, ritel, transportasi, properti komersial, dan agribisnis. Fenomena ini dikenal sebagai efek pengganda (multiplier effect) yang dapat menggerakkan ekonomi di Ciamis secara signifikan.
Sejarah Pendidikan Tinggi di Ciamis
Namun, saat mendiskusikan tentang PTN, penting untuk tidak melupakan sejarah panjang pendidikan tinggi di Ciamis. Menurut Ceng Mumu, seorang pemerhati pendidikan di Ciamis, masyarakat Tatar Galuh bukan pendatang baru dalam membangun pendidikan tinggi. Mereka telah lama berkontribusi dalam mendirikan institusi pendidikan melalui yayasan, organisasi keagamaan, dan tokoh-tokoh pendidikan.
“Sejarah perguruan tinggi yang ada harus diingat ketika kita berbicara tentang PTN di Ciamis. Universitas Galuh (Unigal) adalah contoh nyata dari proses panjang yang dilalui masyarakat Ciamis dalam membangun pendidikan,” kata Ceng Mumu. Unigal sendiri memiliki akar sejarah yang dimulai sejak 1964 melalui IKIP Karyawan Ciamis.
Perkembangan Universitas Galuh
Perjalanan Unigal selanjutnya berkembang melalui berbagai sekolah tinggi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis. Pada 8 April 1998, semua sekolah tinggi tersebut resmi melebur menjadi Universitas Galuh berdasarkan Surat Keputusan Nomor 114/SK/Dikti/98. Saat ini, Unigal memiliki tujuh fakultas yang meliputi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ekonomi, Hukum, Pertanian, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Teknik, serta Ilmu Kesehatan.
Kajian terbaru juga menunjukkan bahwa hampir seluruh program studi di Unigal telah terakreditasi oleh BAN-PT, yang menjadi bukti komitmen institusi ini terhadap kualitas pendidikan tinggi di Ciamis.
Kesimpulan
Dalam menghadapi tantangan dan peluang pendidikan tinggi ke depan, penting bagi masyarakat Ciamis untuk terus mendorong kehadiran perguruan tinggi negeri. Dengan memanfaatkan potensi yang ada dan menghargai sejarah pendidikan yang telah terbangun, Ciamis dapat menjadi daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing dalam bidang pendidikan. Keberadaan PTN di Ciamis bukan hanya akan memberikan akses pendidikan yang lebih luas, tetapi juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

