Bapenda Madina Pastikan Proyek Jembatan Aek Batahan Maksimalkan Penerimaan Pajak

Proyek infrastruktur memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu proyek yang tengah berjalan di Kabupaten Mandailing Natal adalah proyek Jembatan Aek Batahan. Dengan anggaran yang signifikan, proyek ini tidak hanya menjanjikan kemudahan akses transportasi, tetapi juga berpotensi untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah. Dalam konteks ini, PT Bahana Krida Nusantara (BKN) sebagai pelaksana proyek tersebut telah menunjukkan komitmennya untuk memenuhi kewajiban pajak yang akan memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komitmen Pajak dari Pelaksana Proyek
PT Bahana Krida Nusantara (BKN) berupaya untuk memastikan bahwa proyek Jembatan Aek Batahan di Kecamatan Batahan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penerimaan pajak. Dengan nilai proyek mencapai Rp 82,6 miliar, pihak perusahaan berkomitmen untuk membayar Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Penagihan Bapenda Madina, Dedek Ispensyah Siregar, yang menekankan pentingnya kewajiban pajak dalam proyek ini.
Koordinasi dengan Bapenda Madina
Dalam rangka memastikan kepatuhan pajak, pihak Bapenda Madina telah melakukan kunjungan ke basecamp PT BKN. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk berkoordinasi mengenai kewajiban pajak material yang digunakan dalam proyek. Dedek menyatakan, “Pelaksana kegiatan siap melaksanakan yang kita arahkan untuk pemakaian material MBLB sekalian pajaknya.” Pernyataan ini menunjukkan sikap proaktif dari pihak BKN dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Anggaran dan Target Pembangunan
Proyek Jembatan Aek Batahan merupakan bagian dari program Kementerian PUPR dan menelan biaya sekitar Rp 82.687.342.000. Jembatan yang memiliki panjang 120 meter ini ditargetkan untuk selesai pada akhir Desember 2026. Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan infrastruktur transportasi, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal melalui peningkatan aksesibilitas.
Kebutuhan Material untuk Proyek
Dalam proses pembangunan jembatan ini, diperkirakan akan dibutuhkan sekitar 32.000 meter kubik (M³) material. Saat ini, PT BKN sedang melaksanakan tahap awal, yaitu pembukaan akses menuju lokasi proyek. Langkah ini sangat penting untuk mempersiapkan tahap-tahap selanjutnya dalam pembangunan jembatan.
Rincian Pembayaran Pajak
Pembayaran pajak menjadi salah satu aspek penting dalam proyek ini. PT BKN akan menyetorkan pajak dengan rincian yang jelas. Pajak daerah sebesar 10% akan dikenakan per meter kubik material yang digunakan, ditambah dengan opsen provinsi sebesar 25% dari total nilai pajak terutang. Ini menunjukkan bahwa penyelenggara proyek tidak hanya fokus pada aspek pembangunan, tetapi juga pada kontribusi fiskal kepada daerah.
Rincian Kewajiban Pajak
- Pajak daerah: 10% per meter kubik
- Opsen provinsi: 25% dari nilai pajak terutang
- Kewajiban pajak akan dibayarkan ke Pemda
- Transparansi dalam pengelolaan pajak
- Contoh bagi kontraktor lain
Dampak bagi Pembangunan Berkelanjutan
Dedek Ispensyah Siregar mengharapkan bahwa langkah kooperatif dari PT BKN ini dapat menjadi contoh bagi kontraktor lain yang mengerjakan proyek infrastruktur di Madina. Dengan tetap mematuhi kewajiban pajak, pembangunan yang berkelanjutan dapat tercapai di Bumi Gordang Sambilan. Hal ini penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pembangunan daerah yang lebih luas.
Dengan adanya proyek Jembatan Aek Batahan ini, diharapkan akan ada peningkatan dalam hal aksesibilitas dan mobilitas masyarakat. Proyek ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain itu, kepatuhan terhadap kewajiban pajak juga akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pendapatan daerah, yang pada gilirannya dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya.
Proyek ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mengedepankan komitmen terhadap kewajiban pajak, PT BKN menunjukkan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam menjalankan proyek ini.
Secara keseluruhan, proyek Jembatan Aek Batahan merupakan langkah penting dalam meningkatkan infrastruktur di Kabupaten Mandailing Natal. Dengan dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, diharapkan proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.