Kemendagri Apresiasi Inovasi Program 9 BERANI, Pemprov Siap Hadapi Ujian Tiga Besar
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengatasi masalah pengangguran terbuka di wilayahnya. Optimisme ini terungkap melalui keterlibatan aktif Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, dalam Zoom Meeting Validasi Lapangan Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan penting untuk mengevaluasi efektivitas berbagai program dan kebijakan yang diterapkan oleh Pemprov Sulteng.
Momen Kritis dalam Evaluasi Program
Rapat yang berlangsung di Ruang Polibu ini berfungsi sebagai ujian untuk menilai sejauh mana Pemprov Sulteng telah berhasil dalam mengurangi angka pengangguran. Partisipasi aktif Wakil Gubernur memberikan sinyal positif tentang kesiapan daerah dalam mempertanggungjawabkan kinerjanya.
Kesiapan Data dan Regulasi
Dalam pertemuan tersebut, Wagub Reny menegaskan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah mempersiapkan diri untuk menjalani proses validasi dengan baik. Ia mengungkapkan bahwa data yang diperlukan telah disusun secara menyeluruh, mencakup berbagai aspek, mulai dari jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap hingga kebijakan daerah dan regulasi yang mendukung program-program yang ada.
“Kami siap untuk diuji. Ini merupakan bagian dari proses yang harus kami jalani untuk memastikan bahwa semua langkah yang kami ambil memberikan dampak yang nyata. Data yang telah kami siapkan adalah lengkap dan terukur,” tegas Wagub Reny. Pernyataan ini menunjukkan keyakinannya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program-program yang telah dirancang.
Lebih lanjut, ia mendorong semua peserta untuk memberikan jawaban yang jujur dan terbuka terhadap pertanyaan yang diajukan oleh tim penilai. Hal ini bertujuan agar gambaran mengenai upaya penurunan pengangguran di Sulteng dapat terlihat secara utuh dan objektif.
Penghargaan dari Kemendagri
Dalam pertemuan itu, Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Noudy R. P. Tendean, memberikan penghargaan kepada Pemprov Sulteng atas komitmennya yang tinggi. Apresiasi ini mencerminkan kepercayaan Kemendagri terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Pemprov Sulteng dalam mengatasi permasalahan pengangguran.
Untuk mendukung upaya ini, program 9 BERANI menjadi salah satu inisiatif kunci yang diimplementasikan oleh Pemprov Sulteng. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal, sehingga diharapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran secara signifikan.
Program 9 BERANI: Solusi Inovatif
Program 9 BERANI merupakan langkah strategis yang diambil oleh Pemprov Sulteng dalam menghadapi tantangan pengangguran. Berikut adalah beberapa komponen utama dari program ini:
- Peningkatan Keterampilan: Menawarkan pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di sektor-sektor yang memiliki potensi tinggi untuk menyerap tenaga kerja.
- Kerjasama dengan Sektor Swasta: Menggandeng perusahaan lokal dan nasional untuk menciptakan peluang kerja baru.
- Inovasi Teknologi: Memanfaatkan teknologi dalam pelaksanaan program, sehingga lebih efisien dan tepat sasaran.
- Program Kewirausahaan: Mendorong masyarakat untuk berwirausaha dengan memberikan akses modal dan pelatihan.
- Monitoring dan Evaluasi: Melakukan evaluasi secara berkala untuk menilai efektivitas program dan melakukan perbaikan yang diperlukan.
Melalui pendekatan yang komprehensif ini, Pemprov Sulteng berharap dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulteng untuk mencapai target-target pembangunan yang telah ditetapkan.
Strategi Implementasi Program 9 BERANI
Pemprov Sulteng memahami bahwa untuk mencapai keberhasilan dalam program 9 BERANI, diperlukan strategi yang efektif dalam implementasinya. Beberapa langkah yang diambil antara lain:
- Keterlibatan Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program agar lebih sesuai dengan kebutuhan lokal.
- Pelatihan Berbasis Kompetensi: Mengembangkan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan.
- Penguatan Infrastruktur: Memperbaiki infrastruktur yang mendukung pengembangan ekonomi lokal.
- Promosi Program: Melakukan sosialisasi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program.
- Peningkatan Kerjasama Antar Lembaga: Membangun sinergi dengan berbagai instansi untuk mendukung pelaksanaan program.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemprov Sulteng berkomitmen untuk memastikan bahwa program 9 BERANI dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Ini merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan pengangguran serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua warga Sulteng.
Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Dengan semangat dan komitmen yang ditunjukkan oleh Pemprov Sulteng, terdapat harapan besar bahwa angka pengangguran di daerah ini dapat ditekan. Apresiasi dari Kemendagri terhadap program 9 BERANI menandakan bahwa langkah-langkah yang diambil telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.
Wagub Reny A. Lamadjido menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat dan sektor swasta. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Ke depan, Pemprov Sulteng akan terus berupaya melakukan inovasi dan penyesuaian terhadap program-program yang ada, agar dapat menjawab tantangan yang selalu berkembang. Dengan semangat 9 BERANI, Sulteng siap untuk menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan dalam mengurangi angka pengangguran.



