Bank BTN Buka Lowongan Kerja, Daftar Sebelum 21 Maret 2026, Simak Syarat dan Cara Pendaftaran

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kini membuka kesempatan bagi para profesional di bidang Teknologi Informasi (TI) dan Cyber Security untuk bergabung dalam tim mereka. Ini merupakan kabar menggembirakan bagi semua pencari kerja yang ingin mengembangkan karir di sektor perbankan, khususnya dalam pengelolaan sistem keamanan informasi.
Informasi Rekrutmen Bank BTN
Pengumuman mengenai pembukaan lowongan kerja ini disampaikan melalui akun Instagram resmi rekrutmen BTN, @homeofbtners pada tanggal 13 Maret 2026. Dalam kesempatan ini, BTN menawarkan berbagai posisi penting yang berfokus pada pengelolaan dan keamanan sistem teknologi informasi di lingkungan perbankan.
Detail Pendaftaran
Pendaftaran untuk lowongan kerja ini dibuka hingga 21 Maret 2026. Calon pelamar dapat mengakses laman resmi rekrutmen BTN di btn.id/btnrecruitment untuk melakukan pendaftaran secara online. Hal ini memberikan kemudahan bagi para profesional untuk mendaftar tanpa harus datang langsung ke kantor.
Peluang Karir di Bidang TI dan Cyber Security
Rekrutmen ini menjadi peluang emas bagi para ahli di bidang Teknologi Informasi yang memiliki pengalaman dalam keamanan siber, monitoring sistem, serta investigasi insiden digital. Berikut adalah beberapa posisi yang tersedia:
1. Security Operation Center Manager (SOC Manager)
Salah satu posisi yang ditawarkan adalah Security Operation Center Manager (SOC Manager). Tanggung jawab utama dari posisi ini adalah memimpin operasional Security Operation Center (SOC) dan memastikan bahwa sistem keamanan informasi di bank berjalan dengan optimal.
Untuk menjadi kandidat yang ideal, pelamar diharapkan memiliki gelar Sarjana (S1) di bidang yang relevan dengan teknologi informasi, seperti Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Informatika, dan jurusan terkait lainnya. Pengalaman kerja di sektor TI minimal lima tahun, dengan pengalaman khusus di SOC, monitoring keamanan, atau incident response selama tiga tahun, juga menjadi syarat penting.
Kandidat yang melamar diharapkan dapat memimpin tim SOC yang terdiri dari analis keamanan dari tingkat junior hingga senior. Kemampuan dalam monitoring dan analisis alert keamanan dengan menggunakan berbagai alat, seperti SIEM, EDR, NDR, firewall, IDS/IPS, serta teknologi keamanan lainnya adalah persyaratan yang penting untuk dipenuhi.
Di samping itu, pemahaman terhadap berbagai framework keamanan informasi, seperti NIST Cybersecurity Framework dan ISO 27001 ISMS, serta referensi threat intelligence seperti MITRE ATT&CK juga sangat dihargai. Pengetahuan tentang regulasi keamanan informasi yang berlaku di industri jasa keuangan, termasuk ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), akan memberikan nilai tambah bagi pelamar.
2. Digital Forensic Senior Officer
Posisi lain yang dibuka adalah Digital Forensic Senior Officer. Peran ini sangat krusial dalam melakukan investigasi digital terhadap berbagai insiden keamanan siber yang terjadi di sistem teknologi informasi bank. Calon pelamar untuk posisi ini juga diharapkan memiliki pendidikan minimal S1 dalam bidang teknologi informasi atau yang terkait, serta pengalaman kerja di sektor TI minimal lima tahun.
Pengalaman khusus di bidang digital forensik atau incident response selama tiga tahun menjadi syarat utama yang harus dipenuhi. Dalam menjalankan tugasnya, Digital Forensic Senior Officer akan melakukan investigasi digital yang meliputi identifikasi, akuisisi, preservasi, analisis, hingga dokumentasi bukti digital sesuai dengan prinsip chain of custody.
Kandidat juga diharapkan mampu melakukan analisis forensik terhadap berbagai perangkat, termasuk endpoint Windows, Linux, Mac, server, perangkat mobile, serta artefak sistem, memori, log aplikasi, dan lalu lintas jaringan. Pemahaman terhadap framework penanganan insiden keamanan siber seperti NIST SP 800-61 dan ISO 27037, serta referensi MITRE ATT&CK, juga menjadi kompetensi yang diharapkan.
BTN juga memberikan nilai tambah bagi pelamar yang memiliki sertifikasi di bidang digital forensik atau incident response, seperti GCFA, GCFE, CHFI, ENCE, atau CFCE. Dalam menjalankan tugasnya, posisi ini akan melakukan investigasi terhadap berbagai insiden keamanan siber, termasuk kasus infeksi malware, eksfiltrasi data, eskalasi privilese, pergerakan lateral, hingga akses tanpa izin.
Tugas dan Tanggung Jawab
Selain melakukan investigasi digital, calon pelamar juga akan bertanggung jawab untuk memonitor berbagai alat keamanan informasi. Mereka diharapkan dapat menganalisis ancaman yang terdeteksi dalam sistem teknologi informasi bank dan menyusun laporan investigasi yang bermanfaat bagi manajemen, audit, regulator, dan proses hukum.
Proses Pendaftaran
BTN mengajak semua pelamar yang memenuhi kualifikasi untuk segera mendaftar sebelum batas waktu pendaftaran berakhir. Bagi yang berminat mengikuti seleksi ini, pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi rekrutmen BTN di btn.id/btnrecruitment.
Penting untuk dicatat bahwa BTN mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan proses rekrutmen perusahaan. Manajemen BTN menegaskan bahwa mereka tidak pernah memungut biaya apapun dalam setiap tahapan rekrutmen.
Seluruh pengumuman resmi terkait rekrutmen hanya disampaikan melalui email corporate dengan domain [email protected] serta melalui SMS blast corporate BTN. Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai rekrutmen dan kegiatan lainnya, masyarakat dapat mengikuti akun Instagram @homeofbtners dan LinkedIn resmi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.