Wali Kota Tebingtinggi Dorong Optimalisasi SP3 Catin untuk Ciptakan Generasi Bebas Stunting

Dalam usaha menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari masalah gizi, Wali Kota Tebingtinggi, H. Iman Irdian Saragih, memberikan penekanan pada Standar Pelayanan Prosedur Perkawinan bagi Calon Pengantin (SP3 Catin). Program ini bertujuan untuk membantu calon pengantin dalam mendeteksi penyakit, meningkatkan status gizi, serta memahami pentingnya perawatan kehamilan yang sehat agar bayi dapat lahir dengan optimal.

Pentingnya SP3 Catin dalam Memerangi Stunting

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wali Kota dalam sebuah dialog podcast yang berjudul “SP3 Catin, Langkah Awal Wujudkan Generasi Bebas Stunting.” Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tebingtinggi di Radio Dis FM pada Kamis, 6 Agustus 2026. Melalui platform ini, Wali Kota berharap dapat menjangkau masyarakat dengan informasi yang relevan mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya persiapan sebelum menikah.

Wali Kota menambahkan bahwa SP3 Catin juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi calon pengantin untuk mempertimbangkan penundaan kehamilan hingga usia 21 tahun serta menjaga jarak antar kehamilan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa calon orang tua memiliki kondisi fisik dan mental yang optimal sebelum memulai keluarga.

Regulasi yang Mendukung SP3 Catin

Pemerintah Kota Tebingtinggi telah menetapkan regulasi yang kuat untuk mendukung program ini melalui Peraturan Wali Kota Nomor 25 Tahun 2019 mengenai SP3 Catin. Dalam kesempatan ini, Wali Kota berharap masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

“Kami juga berharap masyarakat dapat memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program ini dengan cara aktif berpartisipasi dalam sosialisasi yang diadakan, memanfaatkan layanan yang tersedia, serta menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga mereka,” harap Wali Kota.

Kolaborasi untuk Kesehatan Bersama

Kepala BNNK Tebing Tinggi, AKBP DR. Rohim M. Gultom, juga memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota dalam menyediakan layanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara Pemko, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB), serta BNNK telah menunjukkan hasil yang signifikan sepanjang tahun 2026.

Sejak Januari hingga awal Agustus 2026, telah dilaksanakan 55 kegiatan tes urine bagi calon pengantin. Dari total 1.349 calon pengantin, sebanyak 1.025 orang telah menjalani tes urine, dan 30 orang di antaranya terindikasi positif. Hal ini memungkinkan tindakan lanjutan melalui asesmen serta pelayanan rehabilitasi yang diperlukan.

Persyaratan untuk Mengikuti SP3 Catin

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Tebingtinggi, Dedi Parulian Siagian, menjelaskan bahwa untuk mengikuti program SP3 Catin, calon pengantin dari Tebingtinggi perlu memenuhi beberapa persyaratan administratif. Dokumen yang dibutuhkan antara lain:

Bagi calon pengantin yang berasal dari luar daerah namun ingin melangsungkan pernikahan di Tebingtinggi, dokumen yang diperlukan mencakup:

“Apabila calon pengantin non-muslim sudah melangsungkan pernikahan dan ingin mencatatkan pernikahannya, maka syarat yang diperlukan adalah surat pengantar dari Disdukcapil, fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, serta pasfoto 2×3,” lanjut Dedi Parulian Siagian.

Strategi Komunikasi untuk Masyarakat

Dalam dialog yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tebingtinggi, Ghazali Rahman, memaparkan strategi komunikasi publik yang sedang dijalankan. Diskominfo memanfaatkan perpaduan media sosial dan media konvensional untuk menyebarluaskan informasi terkait SP3 Catin dengan masif.

Ghazali juga menambahkan bahwa kanal media sosial Pemko Tebingtinggi dioptimalkan untuk menjangkau generasi muda dengan konten yang komunikatif, visual, dan interaktif. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital masyarakat mengenai pencegahan stunting sejak dini.

Literasi Digital dan Pencegahan Stunting

“Kami mengedepankan literasi digital untuk mengajak masyarakat memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Melalui komunikasi yang terarah, kami ingin memastikan bahwa setiap calon pengantin menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan sebelum menikah. Hal ini bertujuan agar mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menjalani kehidupan berumah tangga dan melahirkan generasi yang sehat,” tutup Ghazali Rahman.

Exit mobile version