Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (UNRI) mengambil inisiatif untuk mengedukasi masyarakat tentang pengolahan air bersih. Pada Selasa (10/2/2026), mereka mengadakan workshop untuk menyuarakan pentingnya air bersih dan bagaimana cara merakit alat penyaringan air bertingkat sederhana.
Misi Edukasi Air Bersih dan Partisipasi Masyarakat
Pelatihan ini melibatkan sekitar 15 orang dari masyarakat setempat, dengan dukungan penuh dari perangkat desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.
Permasalahan yang mendorong inisiatif ini adalah fakta bahwa sebagian besar masyarakat masih menggunakan sumber air berkualitas rendah. Beberapa masalah yang ditemui antara lain air keruh, berbau logam, mengandung endapan, berminyak hingga bergas. Selain itu, akses ke jaringan air bersih perpipaan juga belum merata.
Solusi Teknologi Penyaringan Air Bertingkat
Menghadapi kondisi tersebut, mahasiswa UNRI menawarkan solusi sederhana dan ekonomis yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah tangga, yaitu teknologi penyaringan air bertingkat dengan bahan yang mudah ditemukan.
Workshop tersebut dibuka oleh Alvia Ulfatun Hasanah sebagai moderator, diikuti oleh kata sambutan dari M. Daffa Mixsie sebagai Ketua Kelompok Kukerta FMIPA UNRI dan dari kepala Desa Jayapura yang diwakili oleh Rodiana selaku Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Jayapura.
Pemaparan Materi dan Praktik
Materi utama disampaikan oleh Mutiara Sefti, diikuti oleh pemaparan dari Nurhalizah Oktaviani, Lanni Hasibuan, Siti Jum’atul Auiyah, Egi Mayhani Novia Pratiwi, Alvia Ulfatun Hasanah, Haura Shaba, Hannifah Azzahra, Noviteriani Sinaga, dan Zaskia Aulia Rahman. Mereka menjelaskan tahapan pembuatan alat filtrasi bertingkat dengan menggunakan media sederhana seperti pasir, kerikil, arang, dan bahan penyaring lainnya.
Tidak hanya teori, peserta juga diberi kesempatan untuk merakit alat penyaring secara langsung, sehingga memahami proses kerja filtrasi secara aplikatif.
“Kami berharap dengan penerapan teknologi penyaringan bertingkat sederhana ini, kualitas air bersih dapat meningkat dan mendukung kesehatan serta kesejahteraan masyarakat,” ungkap Mutiara.
Kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Program ini juga sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan sektor air bersih dan sanitasi layak, yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 6 tentang Clean Water and Sanitation.
Mahasiswa UNRI berharap masyarakat dapat memahami pentingnya kualitas air, mampu memproduksi air layak pakai secara mandiri, serta mampu menjaga kesehatan keluarga.
Ketua Kukerta FMIPA UNRI, M. Daffa Mixsie, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan kebiasaan masyarakat. “Kami berharap pengetahuan ini terus diterapkan sehingga akses air bersih meningkat dan kualitas hidup warga menjadi lebih baik,” katanya.
Dampak Jangka Pendek dan Panjang
Dalam jangka pendek, diharapkan warga dapat memperoleh keterampilan mengolah air rumah tangga. Sedangkan untuk jangka panjang, edukasi ini ditargetkan untuk mencegah penyakit berbasis air, meningkatkan sanitasi lingkungan, dan membantu pemenuhan kebutuhan air bersih berkelanjutan di Desa Jayapura.
Kegiatan ini berakhir dengan sesi diskusi dan evaluasi bersama perangkat desa serta peserta workshop.
