Hanya pada jiwa-jiwa yang merdeka dan mandirilah ketenangan akan hadir.
Diam bisa berarti tertekan atau stagnan, dan tenang tiada selalu diam.
Filosofi inilah yang menjadi dasar berpijak PLäCID’s
Averroes dalam turut serta membangun wacana kritis rakyat di dalam
ranah-ranah kepublikan.
Pola relasi antara negara dan rakyat yang demokratis, transparan, partisipatif dan akuntabel adalah idealitas terjauh kehidupan di wilayah publik. Sehingga, kebijakan publik sebagai irisan relasi yang paling nyata dari kedua entitas tersebut harus mencerminkan prinsip dan nilai demokrasi yang riil. Cara pandang Machiavelis yang bersifat zero sum game tentu sudah terlampau usang untuk memotret proses politik kebijakan publik saat ini. Rakyat dan negara harus sama-sama kuat untuk membangun sebuah masyarakat yang maju dan beradab melalui strategi penguatan tata pemerintahan yang baik (good governance strenghthen strategy).
Negara yang kuat adalah negara yang mampu mengadaptasikan dirinya dengan cerdas terhadap berbagai perubahan mutakhir yang terjadi. Sedangkan rakyat yang kuat adalah rakyat yang mampu dengan leluasa mempresentasikan kehedak dan aspirasinya dalam sebuah ruang publik yang sehat.
PLaCID’s Averroes dengan segala daya upaya yang ada pada dirinya berupaya untuk memberikan kontribusi positif terhadap penguatan di dua sektor tersebut.
Perhatian pada analisis kebijakan publik adalah merupakan pengejawantahan untuk meningkatkan kapasitas dan daya adaptasi negara terhadap perkembangan mutakhir hari ini. Terutama dalam menempatkan partisipasi sebagai sebuah tolok ukur kualitas proses kebijakan publik yang berlaku. Sedangkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu fokus pengembangan masyarakat (community development) adalah upaya untuk mempersiapkan masyarakat, secara terlembaga, dalam melibatkan dirinya dalam proses pemajuan bangsa. Terlebih ketika konsep governance telah makin membumi, pola pemberdayaan masyarakat ini menjadi makin relevan dalam rangka melibatkan sektor privat (dunia usaha) dalam proses pembangunan itu sendiri.
STRUKTUR ORGANISASI Dewan Pakar: Prof. Dr. Solichin Abdul Wahab, MA; Dr. J. Kristiadi; Rm. Benny Susetyo; Abdul Malik Haramain, S. Sos, M. Si. Direktur: Fadillah Putra, S. Sos, M. Si Sekretaris: Purnomo, S. Sos, M. Si Staf Ahli: Public Policy Analysis: Moh. Muzzaki, SPd, M. Si; Koiruddin, S. Ag, M. Si; Muyassaroh, S. Sos; Lailatus Sofiah, S. Pd. Community Development: Yunan Isnaeni, ST, M. Si; Abdussalam, S. Sos; Afwan Hariri, SE, M. Si; Sri Astutik, SE Administrasi dan Keuangan: Sutomo, S. Ag; Yudha Amintha, S. Sos