KID Events

No events

KID on Map

Testimonial

Seminar Publik KDPP di Palembang

Print PDF

 

    Seminar publik kali ini diselenggarakan di Palembang pada tanggal 24 Juni 2008. tema yang dibahas dalam seminar adalah "Membangun Mesin Partai Politik". Tema ini dilatarbelakangi hubungan antara partai dengan konstituennya yang lebih bersifat patron-klien dibandingkan elite-konstituennya. Narasumber yang dihadirkan ialah Bapak A, Mardhani dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bapak Abdillah Thoha (Partai Amanat Nasional (PAN) dan akademisi dari Universitas Sriwijaya, Bapak Joko Siswanto.



    Pembicara pertama menanggapi persoalan membangun mesin partai politik dengan berangkat dari pengalaman partainya. Sebagai partai dengan tingkat kaderisasi dan disiplin partai cukup tinggi, pembicara menjelaskan kalau mesin partai dapat dibangun dari, sekurang-kurangnya, tiga hal yaitu: pertama, Ide partai. Kedua, praktik politik dan ketiga, produk kebijakan partai yang terlihat di masyarakat. 

    Ide partai dapat dilihat dari tiga variabel. Pertama, nilai, isu yang diusung dan kebijakan yang dikeluarkan. Praktik politik bisa dikenali lewat variabel perilaku dan tindakan. Produk kebijakan sendiri dilihat melalui kualitas kader, program dan kepemimpinan. Dari ketiga komponen pokok pembentuk produk partai tadi, bisa disimpulkan kalau mesin partai politik berkaitan erat dengan bagaimana ketiga hal itu dijalankan secara beriring. 

    Pembicara kedua menanggapi, masih dengan pengalaman partainya sendiri, kalau partainya memiliki hal yang berbeda. Karena tidak berbasiskan ideologi islam, meskipun dilahirkan oleh organisasi yang berhalauan islam, semboyan pluralisme lebih menjadi ciri utama partai. Tapi,pluralisme itu sendiri menimbulkan masalah sendiri. Dengan makin terbukanya ideologi partai untuk bergabungnya konstituen dari bermacam latar belakang pemilihan, ideologi partai sendiri menjadi tidak jelas menurutnya. Karena ideologi partai akhirnya harus berkompromi terhadap konstituen yang masuk. Pemecahannya, ideologi yang tidak jelas tersebut diejawantahkan lewat produk program-program yang merupakan hasil kompromi bersama anggota yang berbeda-beda latar belakang. 

    Pembicar ketiga melihat persoalan mesin partai ini dari segi akademis. Menurutnya, mesin partai tidak berfungsi karena elite partai cenderung berperilaku tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Salah satunya dengan politik uang yang menyebabkan hubungan antara politis dengan masyarakat menjadi buruk sehingga tidak ada kepercayaan untuk masuk ke partai dan menjalankan mesin partai politik. 

    Selain itu, partai politik juga, menurutnya, terjebak dalam ketidakjelasan ideologis yang menyebabkan keinginan untuk menampung semua aliran politik dalam partai. Rasa memiliki konstituen terhadap partai politik akan menghilang karena ketidakjelasan ideologi tadi dan berakibat kepada melemahnya kerja mesin partai politik. Idealnya, partai politik memiliki ideologi yang sejalan dengan apa yang diyakini oleh konstituennya. Jika perasaan memiliki terhadap partai bisa muncul, maka akan mudah pula untuk menggerakkan konstituen atas dasar keterikatan ideologisnya terhadap partai, bukan karena motif lain seperti uang.

 

Related Links

Contact us

Komunitas Indonesia untuk Demokrasi
Jl. Tebet Barat Dalam X No. 23
Tebet, Jakarta Selatan
Tlp. 021 8314468 / 021 837 89 381

Email info@komunitasdemokrasi.or.id