Sutan Sjahrir: Etos Politik dan Jiwa Klasik(Oleh Ignas Kleden)

Print PDF
Dalam dua pucuk suratnya yang ditulis dari penjara Cipinang dan dari tempat pembuangan di [b]Boven Digoel[/b], [b]Sjahrir[/b] mengutip sepenggal sajak penyair Jerman, [b]Friedrich Schiller[/b]. Dalam teks aslinya kutipan itu berbunyi: [i]und setzt ihr nicht das Leben ein, nie wird euch das Leben gewonnen sein[/i]--- yang maknanya: hidup yang tak dipertaruhkan, tak akan pernah dimenangkan. Menurut pengakuannya, kalimat-kalimat yang indah itu dikutipnya dari luar kepala, jadi kita dapat menduga petikan tersebut sangat disukainya dan besar artinya buat hidupnya. Membaca tulisan-tulisan [b]Sutan Sjahrir[/b] muncul kesan yang sangat kuat dalam diri saya bahwa bagi dia politik bukanlah perkara yang sangat digandrunginya, tetapi lebih merupakan perkara yang tak terelakkan dalam hidupnya. Demikian pula politik untuk dia tidak terutama berarti merebut kekuasaan dan memanfaatkan kekuasaan itu, bukan [i]machtsvorming[/i] & [i]machtsaanwending[/i] menurut formula [b]Bung Karno[/b]. Politik juga bukan persoalan mempertaruhkan modal untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar, sebagaimana diyakini oleh pelaksana money politics dewasa ini di tanah air kita. Bahkan politik juga tidak sekedar mempertaruhkan kemungkinan untuk merebut kemungkinan yang lebih besar, sebagaimana yang kita pelajari dari [b]Otto von Bismarck[/b] dari Prusia.

Related Links

Contact us

Komunitas Indonesia untuk Demokrasi
Jl. Tebet Barat Dalam X No. 23
Tebet, Jakarta Selatan
Tlp. 021 8314468 / 021 837 89 381

Email info@komunitasdemokrasi.or.id