Kepentingan Bisnis Amerika di Balik Green Economy

Print PDF

Indonesia harus berhati-hati menyikapi usulan Amerika Serikat dan negara Eropa untuk melakukan model pembangunan ekonomi hijau atau green economy. "Kalau kita tidak siap, bisa-bisa Indonesia hanya jadi pasar mereka" kata Dr A. Prasetyantoko, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Atmajaya Jakarta, kemarin.

Dia mempertanyakan mengapa baru sekarang negara - negara maju tersebut mengusulkan model green economy, kata dia, dilatarbelakangi oleh krisis ekonomi berkepanjangan yang menghantui Amerika dan Eropa. Menurut doktor bidang ilmu ekonomi dari Ecole Normale Superieure,Prancis itu, krisis tersebut sudah akut dan sulit dipecahkan.

Krisis tersebut bukan saja ada pada  sisi moneter atau fiskal, tapi competitiveness struktural. Kasarnya, mereka mengalami redupnya perekonomian ketimbang Cina, Brasil, India,dan lainnya. Karena itu, mereka kini mengusulkan penerapan green economy untuk keseimbangan global.

Agar industri mereka dapat bersaing dengan produk dari Cina dan lainnya, ujar Prasetyantoko ketika berbicara dalam seminar bertajuk "Globalisasi dan Daulat Rakyat" yang diadakan Komunitas Indonesia untuk Demokrasi pimpinan lgnas Kleden.

Ketika berpidato dalam "Konferensi Rio+20" di Brasil, Juni lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak dunia beralih dari greed economy (ekonomi yang serakah) ke green economy (ekonomi hijau)."Agar pembangunan dapat berkelanjutan, angka kemiskinan dipangkas, dan kesejahteraan bisa dinikmati semua orang," kata Yudhoyono dalam konferensi yang dihadiri ratusan kepala negara dan pemerintahan itu.


Sumber : Koran Tempo (ed. 19 September 2012)

Related Links

Contact us

Komunitas Indonesia untuk Demokrasi
Jl. Tebet Barat Dalam X No. 23
Tebet, Jakarta Selatan
Tlp. 021 8314468 / 021 837 89 381

Email info@komunitasdemokrasi.or.id