Kunjungan Fasilitator KID ke Tribun Timur Makasar

Print PDF

Minggu, 23 Maret 2014, peserta TOT 2014 berkunjung dan berdiskusi di kantor redaksi Tribun Timur di Jalan Cenderawasih No. 430 Makassar. Independensi Media, menjadi topik yang diperbincangkan pada kesempatan sore hari itu. Hadir sebagai narasumber yaitu Dahlan Dahi (Pemred Tribun Timur) dan Dr. Firdaus (Akademisi). Diskusi dimulai dari jam 15.00-17.30 wita dan dipandu oleh Abdul Karim (Direktur Eksekutif LAPAR Makasar).

Peserta disambut dengan ramah dan kekeluargaan oleh Dahlan Dahi sebagai tuan rumah. Diskusi berjalan dengan santai dan penuh tawa, sambil peserta menikmati kopi dan kacang. Diskusi dimulai dengan perkenalan semua anggota diskusi baik dari peserta TOT dan rekan-rekan Tribun Timur. Dahlan Dahi banyak membagi pengalaman selama 20 tahun menjadi wartawan.  Menurut Dahlan Dahi, media adalah bisnis trust. Bisnis surat kabar bukanlah menjual kertas koran, tetapi konten yang dapat dipercaya. Bisnis surat kabar tidak akan tumbuh besar kalau tidak independen. Tribun Timur adalah media yang hampir sama sekali tidak memberikan ruang kepada pemerintah. Bahkan semua kantor Pemerintah di Sulawesi Selatan pernah berhenti berlangganan Tribun Timur hanya karena tidak mau diintervensi.

Nrasumber lain, Dr. Firdaus yang akrab dipanggil ustadz memaparkan pentingnya indepensi media terhadap perkembangan demokrasi. Menurut Dr. Firdaus, media adalah pilar demokrasi. Masyarakat lebih percaya terhadap media dibanding DPR yang merupakan perwakilan rakyat. Media yang independen adalah sebagai penyeimbang atau pengontrol pemerintah. Namun persoalannya beberapa media lokal berinduk pada media nasional. Pemilik beberapa media nasional adalah juga tokoh politik, sehingga media sering dijadikan alat black campaign apalagi menjelang Pemilu. Independensi media tidak berjalan baik karena adanya pengaruh. “Jangan sampai media menjadi hanya boneka demokrasi. Seperti kampus-kampus di Indonesia yang saat ini terjangkit virus Khilafah. Diharapkan tokoh demokrasi lahir dari aktivis kampus, namun justru diluar dugaan karena adanya pengaruh, termasuk dari dosen-dosen yang tidak independen, Ini harus dicermati”, pesan ustadz Firdaus kepada fasilitator SD.

Diskusi diakhiri dengan tanya jawab dan saling berbagi cerita mengenai kondisi media di 8 Kabupaten wilayah SD. Kesimpulan dari diskusi tersebut adalah pentingnya Civil Society Organization (CSO) menggandeng media sebagai sarana mengcounter pemerintah. Poin penting bagi KID sebagai CSO adalah agar melibatkan peran media untuk menyebarluaskan nilai-nilai penting yang dibawa KID, khususnya nilai-nilai dalam Sekolah Demokrasi. (SA)


Link Berita Terkait:

- Tribun News Makassar 22/03/2014
- Tribun News Makassar 24/03/2014

 

Related Links

Contact us

Komunitas Indonesia untuk Demokrasi
Jl. Tebet Barat Dalam X No. 23
Tebet, Jakarta Selatan
Tlp. 021 8314468 / 021 837 89 381

Email info@komunitasdemokrasi.or.id