Training of Trainers Fasilitator 2014

Print PDF

Training of Trainers (TOT) Fasilitator KID merupakan kegiatan yang secara rutin diselenggarakan oleh Komunitas Indonesia untuk Demokrasi dalam upaya meningkatkan kemampuan fasilitator Sekolah Demokrasi (SD). TOT tahun ini merupakan TOT yang ke-8, diselenggarakan pada tanggal 21-25 Maret 2014 di kota Makasar.

Sebanyak 24 orang, terdiri dari perwakilan fasilitator di 8 Sekolah Demokrasi, perwakilan koordinator dari SD Gowa dan Papua, serta 4 orang perwakilan Executive office KID tiba di Makasar jumat petang. Hadir sebagai narasumber dari Badan Pengurus KID yaitu Dr Ignas Kleden dan Prof Qasim Mathar. Tema yang disampaikan oleh kedua narasumber tersebut adalah : “Demokrasi di Indonesia menjelang Pemilu 2014” sebagai bekal fasilitator memahami berbagai isu demokrasi dalam tahun politik ini serta “Agama & Demokrasi”, sebuah modul baru yang sedang dikembangkan oleh program Sekolah Demokrasi.

TOT dibuka oleh direktur executive KID, Reza A Simamora, dan dilanjutkan dengan penjelasan TOR serta pengantar metode Problem Based Learning (PBL) oleh program manager SD, Laksmita Anggraeni. Dalam kesempatan ini, PME officer KID (Siti Ulfa) juga memaparkan hasil raport SD 2013, berdasarkan indikator program SD. Fasilitator juga diberikan penjelasan mengenai metode pengukuran nilai perilaku demokrasi peserta SD melalui rubrik skoring nilai yang dikembangkan oleh KID. Harapannya, tahun ini pengukuran nilai demokrasi tersebut dapat dilakukan oleh fasilitator di awal dan akhir periode masa sekolah.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, metode TOT yang digunakan tahun ini adalah “saling berbagi metode fasilitasi diantara peserta fasilitator” dengan menggunakan pendekatan PBL, tanpa meninggalkan tema cross cutting yang sudah menjadi kesepakatan pembelajaran SD, yaitu HAM & Gender. Metode ini diterapkan karena diyakini bahwa masing-masing fasilitator SD sudah memiliki kemampuan, kecakapan dan pengalaman melakukan fasilitasi lebih dari 3 tahun. Dengan dinamika pembelajaran SD yang cukup unik, yaitu metode pembelajaran orang dewasa, dengan beragam kegiatan in class maupun out class tentunya perlu sebuah momen yang dapat saling berbagi metode diantara sesama fasilitator. Tahun ini, kegiatan TOT tidak mengundang fasilitator utama, program manager yang berperan sebagai fasilitator utama dibantu oleh perwakilan koordinator dan EO KID. Setiap perwakilan fasilitator dari 8 SD mendapatkan kesempatan untuk melakukan satu kali simulasi fasilitasi kegiatan in class, dengan berbagai tekhnik fasilitasi yang mereka miliki. 8 tema yang dibawakan oleh fasilitator mengacu pada 13 modul Sekolah Demokrasi.

Ke-8 tema tersebut adalah
1) Demokrasi di Indonesia,
2) Ham, Gender dan Demokrasi,
3) Agama dan Demokrasi,
4) Kebijakan Publik,
5) Legislasi daerah dan Demokrasi,
6) Literasi Ekonomi,
7) Analisis Kemasyarakatan dan
8) Bisnis dan demokrasi.

Sebelum kegiatan, fasilitator diminta untuk menyiapkan rencana sessi. Dan di akhir sessi, fasilitator diminta untuk merefleksikan kegiatan fasilitasi yang baru dilakukan dan seluruh peserta diminta untuk menilai dalam lembar evaluasi. Lembar evaluasi seluruh peserta diinput oleh panitia dan pada akhir kegiatan peserta yang mendapat nilai tertinggi dinyatakan sebagai peserta terbaik.

Di hari ke-3, Minggu 23 Maret 2014, peserta TOT diajak mengunjungi kantor redaksi Tribun Timur untuk bersama-sama berdiskusi dengan Pemimpin Redaksi Tribun Timur (Bapak Dahlan Dahi) dan Akademisi Sulsel (Bapak Dr. Firdaus). Tujuan dari kegiatan kunjungan ini adalah mengajak seluruh peserta fasilitator memahami bagaimana strategi menjalin hubungan yang baik dengan media, yang ditenggarai sebagai salah satu mitra strategis untuk menyebarkan virus-virus Demokrasi di wilayahnya. Tema yang diangkat dalam kegiatan diskusi ini adalah tentang Independensi Media. Diskusi berjalan santai dan seru, dipandu oleh Abdul Karim (Direktur Eksekutif LAPAR, Makasar). Dalam paparannya, Dahlan menyatakan bahwa media massa memang membutuhkan mitra yang independent. Civil Society Organization (CSO) atau LSM merupakan salah satu mitra independent yang perlu bergandengan tangan erat dengan media. Pesan membangun yang disampaikan oleh Dahlan Dani kepada peserta adalah bahwa nilai Demokrasi yang dibawa oleh Sekolah Demorkasi memang penting, tetapi sayangnya belum dikenal luas. Oleh karenya para fasilitator dihimbau untuk sering-sering berkunjung ke media, untuk berdiskusi, saling menambah wawasan maupun mengabarkan kegiatan di Sekolah Demokrasi. Hasil dari kunjungan ke media ini diliput di Koran Tribun Timur dalam 3 episode selama 3 hari berturut-turut. (Hasil kegiatan di Tribun Timur berikut liputan media nya dapat dilihat pada artikel liputan kunjungan ke Tribun Timur, 23 Maret 2014.

Penutupan acara TOT diadakan di pantai Losari dengan latar belakang matahari terbenam. Acara dimulai dengan mengungkapkan dan bertukar souvenir kepada “Sahabat Rahasia”, sebuah permainan yang di fasilitasi oleh fasilitator dari SD Pasuruan. Dalam acara penutupan ini seluruh peserta dibagikan raport yang di dalamnya berisi lembar evaluasi dari penilaian seluruh peserta, sekaligus pengumuman hasil perolehan nilai tertinggi yang dinyatakan sebagai peserta terbaik. Pasangan fasilitator SD Pasuruan (mas Rurid dan mas Romi) meraih juara satu dan pasangan fasilitator SD Prabumulih (bang Yenrizal dan Mbak Liny) sebagai runner up. Acara ditutup dengan pesan singkat dari program manager, agar sepulang dari kegiatan TOT ini peserta fasilitator lebih percaya diri untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang didapat selama berkegiatan, fasilitator tetap memiliki semangat 3 M (Mau, Mampu dan Menyempatkan), serta yang terpenting proses saling berbagi diantara fasilitator SD KID tidak terputus hanya dalam kegiatan ini saja. Tepuk Salut untuk semua !!! . (LA)

Related Links

Contact us

Komunitas Indonesia untuk Demokrasi
Jl. Tebet Barat Dalam X No. 23
Tebet, Jakarta Selatan
Tlp. 021 8314468 / 021 837 89 381

Email info@komunitasdemokrasi.or.id