Alumni SD Manggarai Barat Sepakat Membentuk Komite Komunitas

Print PDF

Sabtu 15 Maret 2014 pukul 10.15 wita bertempat di Sekolah Demokrasi Manggarai Barat, Labuan Bajo, diadakan diskusi antara PPC Officer, Ketua Badan Pengurus KID, dan alumni Sekolah Demokrasi Manggarai Barat angkatan pertama (2013). Dihadiri oleh sekitar delapan alumni diskusi diawali dengan pengantar dari Ketua Badan Pengurus KID, Bapak Ignas Kleden. Beliau menyampaikan bahwa selain Sekolah Demokrasi, diskusi tentang alumni juga penting dan perlu diberi perhatian. Saat ini ada tujuh caleg dari alumni SD Mabar angkatan pertama. Dalam berpolitik para caleg dan pihak lain harus meyakini bahwa “small step can be a big deal”. Di dewan nantinya perlu diusulkan konsensus karena seringkali terhambat oleh egosentrisme masing-masing anggota.

Dalam kebijakan public, ketika kita belum bisa menjadi yang pertama dan terbaik maka sebaiknya kita menjadi/membuat yang berbeda (‘make a difference!”). Usulan aturan bagaimana membuat perda, agar dibuat prioritas berdasarkan masalah utama di Mabar. Birokrasi lokal lemah dan butuh pendampingan, maka alumni bisa membantu dalam pembuatan kebijakan (misalnya: bagaimana efek turisme terhadap ekonomi masyarakat setempat). Hal lain yang perlu jadi perhatian alumni bagaimana jeli melihat peluang pendaaan dengan melakukan mapping yang bersifat isu-isu sektoral. APBD bisa dimanfaatkan dengan tanggung jawab. Demikian Bapak Ignas Kleden.

Sesi diskusi berikutnya memperdalam pengenalan aktivitas sehari-hari alumni dan harapan mereka terhadap wadah yang akan terbentuk yakni Komite Komunitas (KK). Sejak lulus dari SD para alumni belum membentuk KK. Diskusi ini merupakan upaya mendorong terbentuknya wadah alumni tersebut.

Para alumni yang hadir ada yang berprofesi sebagai pengacara, bisnis ekowisata, caleg dan anggota partai, penyelenggara Pemilu, aktivis buruh, pekerja program Kemensos, guru sekolah, maupun peneliti. Banyak aktivitas yang sudah mereka lakukan dengan latar belakang profesi tersebut dan sangat berguna bagi perubahan Mabar yang lebih baik. Kuncinya pada wadah perjuangan bersama.

Harapan alumni jika KK terbentuk di antaranya:
1. KK bisa menjadi ‘clearing house’ berbagai pandangan politik
2. Menjadi rumah bersama dengan spriti yang sama karena potensi alumni yang luar biasa
3. Sebagai ‘think tank’ Mabar
4. KK perlu mengritisi perda-perda si Mabar
5. Sebagai agen perubahan di Mabar
6. KK perlu melakukan pencerahan dengan program pencerahan rakyat yang terencana dan terorganisir di kampung/desa

Selain itu ada tiga hal yang disepakati dalam diskusi yakni: 1) Pentingnya membuat database anggota yang lebih detail, yakni menyertakan minat dan keahlian anggota. Upaya ini melalui tahapan berkomunikasi dengan 29 alumnus lainnya. 2) Pendokumentasian kegiatan baik alumni maupun kegiatan diskusi sehari sebelumnya, 3) Rencana pertemuan untuk membuat rencana kerja, pembentukan KK Mabar, dan pemilihan struktur. Perkiraan waktu di antara minggu terakhir April dan minggu pertama Mei 2014. (EK)

Related Links

Contact us

Komunitas Indonesia untuk Demokrasi
Jl. Tebet Barat Dalam X No. 23
Tebet, Jakarta Selatan
Tlp. 021 8314468 / 021 837 89 381

Email info@komunitasdemokrasi.or.id