Pelatihan Quick Count, 12-13 Feb 2014

Print PDF

Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) melaksanakan kegiatan pelatihan untuk lembaga pelaksana dan komite komunitas selama dua hari efektif pada tanggal 12-13 Februari 2014. Kemampuan dan keterampilan yang didapat selama pelatihan, diharapkan bisa menjadi modal untuk dapat menyelenggarakan kegiatan survey politik. Survey politik bernilai strategis (secara ilmu dan ekonomi) bagi lembaga pelaksana dan KK. Singkatnya, survey politik bisa menjadi salah satu kegiatan fundraising bagi IA dan KK di daerah masing-masing.

Kegiatan diawali dengan pra-pelatihan, dimulai dengan pembukaan, perkenalan, pre-test, dan penyampaian harapan penelitian. Di sesi awal ini, peserta mendapatkan penjelasan tentang alur pelatihan mulai hari pertama hingga hari terakhir. Peserta juga diajak untuk membuat kontrak forum sebagai kerangka etis selama berjalannya pelatihan yang harus dipatuhi oleh peserta, fasilitator, dan narasumber.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi ‘Pengantar Survei Politik’ dari Levi Riansyah, Direktur Avemedia Research. Narasumber memberikan presentasinya mengenai metode survei dan penerapannya dalam survei politik. Di sesi ini narasumber memberikan dan membagi pengalamannya selama mengelola survei politik. Sesi berlangsung dinamis dua arah (dari peserta dan narasumber).

Di sesi kedua, peserta melakukan praktik teknik sampling. Media yang dijadikan pembelajaran adalah DPT dan TPS di masing-masing daerah. Peserta dikelompokkan berdasarkan daerah masing-masing dan melakukan praktik sampling. Sebelum melakukan pratik teknik sampling, peserta mendapatkan materi teoritis, apa dan bagaimana melakukan sampling dalam suatu penelitian.

Di sesi ke III, peserta dipandu fasilitator untuk memahami bagaimana perencanaan riset survei. Di sesi ini fasilitator menjelaskan beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum menentukan bentuk, formula dan metode yang akan digunakan dalam survei politik. Peserta mendapatkan gambaran dari fasilitator tentang cara pengelolaan tim survei.

Di sesi ke terakhir hari kedua, peserta melakukan persiapan praktik lapang. Sesi ini berisi pembekalan turun lapang, yakni beberapa informasi seperti pembagian kelompok, jam berkumpul, pembagian logistik, dan kelengkapan turun lapang yang diberikan kepada peserta sebelum melakukan pengambilan data di lapangan.

Pada hari ketiga ini, peserta melakukan praktik turun lapang ke Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso, Malang. Peserta dibagi kedalam kelompok sesuai dengan hasil sampling pemilihan lokasi RW. Setiap RW terpilih akan disurvei oleh 5 orang peserta. Setiap peserta mewawancarai 2 orang responden. Proses pencarian responden berlangsung agak lama karena peserta diwajibkan mencari responden dengan kriteria tertentu sesuai dengan hasil sampling. Proses wawancara berlangsung lancar meskipun tema penelitian mengenai capres dan parpol termasuk tema sensitif menjelang pemilu April 2014.

Setelah proses lapangan selesai, peserta melakukan refleksi pengalaman di sesi VI. Di waktu yang bersamaan, panitia teknis membantu melakukan proses entri data dari kuesioner yang sudah dikumpulkan peserta. Hasil entri data ini kemudian disimulasikan dan dianalisis pada sesi selanjutnya. Seluruh kuesioner peserta dicek oleh panitia teknis dan dinyatakan ‘clean’ (bersih tanpa kesalahan).

Sesi VII merupakan simulasi pengolahan data (entri dan analisis data). Pada sesi ini peserta melihat langsung proses pengolahan data dengan menggunakan dua alat yakni, MS Excell dan SPSS. Peserta memahami keunggulan dan kelemahan dari masing-masing alat tersebut. Pengolahan data SPSS yang diberikan cukup sederhana, hanya sebatas pengolahan tabel frekuensi dan tabel silang. Namun demikian, untuk kedua materi SPSS tersebut, peserta membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menguasai cara pengolahan data hasil penelitian. Dengan sistem pembagian kelompok berdasarkan wilayah kabupaten asal, peserta menjadi lebih mudah menguasai dengan cara saling mengajarkan praktik pengolahan data tersebut. Rangkaian pelatihan ini ditutup di malam hari dengan agenda evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Outcome dari pelatihan ini adalah peserta mampu melaksanakan survey politik khususnya metode quick count di daerah masing-masing. KID sangat menanti kiprah seluruh mitranya di daerah untuk mewarnai proses demokrasi dengan menggunakan bidang keilmuwan dalam bidang riset dan survey. Selamat berdemokrasi!

Related Links

Contact us

Komunitas Indonesia untuk Demokrasi
Jl. Tebet Barat Dalam X No. 23
Tebet, Jakarta Selatan
Tlp. 021 8314468 / 021 837 89 381

Email info@komunitasdemokrasi.or.id