Abdul Khodir - “Berdakwah Demokrasi”

Print PDF

Pria 40 tahun ini adalah seorang ustadz lulusan PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an) Ciputat Tangerang Selatan yang salah satu syarat kelulusannya adalah harus hafal Al-Qur’an. Di dalam kelas, Abdul Khodir termasuk yang aktif berdiskusi. Pekerjaan utamanya adalah menjadi pemandu muslim yang ingin belajar menghafal Al-Qur.an selain juga menjadi guru dan berkarya di bidang penerbitan. Organisasi tempat di berkarya adalah Yayasan Pendidikan Ilmu Al-Qur’an Al awatul Jannah.

Di tengah masyarakat Abdul Khodir, selain menjadi ustadz, juga sibuk melakukan advokasi untuk orang miskin yang dipersulit ketika berobat. Pada bulan Juni 2012, dia harus pontang-panting mencari kamar operasi untuk anak kampung sebelah rumahnya karena tak kunjung mendapat kamar oprasi dan rawat inap. Ketika sudah mendapat kamar, diketahui kemudian, bahwa dokternya justru pergi umroh.

Peristiwa tersebut membuat dia mengambil kesimpulan bahwa, pertama, selama ini kamar operasi dan kamar rawat inap adalah bisnis yang dilakukan oleh orang rumah sakit entah sepengetahuan manajemen Rumah Sakit ataupun tidak. Kedua, program Jamkesda atau Jamkesmas ternyata tidak menjamin orang miskin untuk mendapatkan pelayanan sesuai prosedur karena ada diskriminasi terhadap yang miskin.

Sampai sekarang (sewaktu tulisan ini dibuat), si anak yang tidak punya anus tersebut masih belum mendapatkan tindakan medis yang seharusnya karena si dokter sedang umroh. Abdul Khodir berencana mengirim laporan ke Ikatan Dokter Indonesia karena si dokter melanggar sumpah jabatan.

Related Links

Contact us

Komunitas Indonesia untuk Demokrasi
Jl. Tebet Barat Dalam X No. 23
Tebet, Jakarta Selatan
Tlp. 021 8314468 / 021 837 89 381

Email info@komunitasdemokrasi.or.id