Adi Kusnadi - Dulu Nelayan sekarang penggiat anti korupsi & aktifis lingkungan hidup

Print PDF

Menjadi seorang Guru pada sebuah sekolah yang dikelola dibawah bendera suatu Yayasan yang masih memiliki kaitan dengan Departemen Agama Kanwil Banten, menjadi profesi yang digeluti Adi Kusnadi selama ini. Walaupun dibesarkan di daerah pesisir pantai dan sampai hari ini masih hidup dan menetap disana, membuat Adi Kusnadi memilih profesi sebagai nelayan, layaknya profesi sebagian besar masyarakat disana. Pada waktu-waktu senggang dan longgar dari aktifitas mengajar, Adi juga sering turun melaut menangkap ikan bersama nelayan lainnya. Selama ini interaksi sosial Adi Kusnadi dengan masyarakat sekitar berjalan baik dan harmonis, bahkan tidak jarang dirinya terlibat aktif dalam setiap kegiatan warga, terkadang Adi lah yang menjadi inisiator dari kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan tersebut.

Selama ini, dengan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki warga dan dirinya sendiri, ditambah dengan minimnya informasi yang bisa diakses, membuatnya beranggapan bahwa keadaan yang terjadi dan menimpa dirinya serta masyarakat sekitar merupakan sebuah keadaan yang wajar tanpa perlu dicermati, dipertanyakan, apalagi dipermasalahkan.

Meskipun setiap Adi harus naik motor selama 2,5 jam dari rumah ke Sekolah Demokrasi, ia merupakan salahsatu peserta yang aktif. Keikutsertaan Adi Kusnadi menjadi peserta Sekolah Demokrasi tahun 2012 telah mendorongnya untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat sekitar. Berbagai pengetahuan yang didapat dari Sekolah Demokrasi telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang kritis serta memiliki keberanian menyuarakan keadaan yang dianggap tidak baik dan menyimpang dari seharusnya.

Secara singkat, setelah mengikuti Sekolah Demokrasi Adi paham apa yang menjadi haknya sebagai individu dan seorang warga Negara, dan apa pula yang menjadi kewajibannya. Begitu juga dengan anggota masyarakat lainnya. Tidak kalah penting, dia memahami bagaimana jalan menuntut hak-hak prbadi dan hak masyarakat lainnya jika tidak dipenuhi. Pemahaman itu ikut disebarluaskan kepada rekan sejawat di lingkungan sekolah tempat dia mengajar dan kepada anggota masyarakat lain tempat dia sehari-hari menetap.

Banyak tindakan Adi Kusnadi yang menunjukan bahwa dia tidak hanya memiliki pemahaman yang baik akan penting nya keseimbangan akan hak dan kewajibannya, namun tentu saja menunjukan keberaniannya dalam bertindak membela yang benar, satu contoh adalah upaya dia membongkar perilaku korupsi dari oknum-oknum pegawai biasa sampai ketegori pejabat di lingkungan Departemen Agama Kanwil Banten.

Langkah itu dimulai dari protes Adi Kusnadi yang tidak menyetujui tindakan pemotongan gaji pegawai di sekolah tempat dia mengajar yang dilakukan setiap bulan oleh pegawai Kanwil kementrian Agama Kabupaten Tangerang tanpa permintaan persetujuan terlebih dahulu. Protes ini ditanggapi secara keras pengelola yayasan dengan mengeluarkan surat peringatan kepada Adi bahkan sampai pada ancaman pemecatan. Dampak dari keberanian melakukan protes ini memdorong keberanian pegawai lain mengambil sikap yang sama dan ikut menolak kebijakan sepihak dari pengelola yayasan, bahkan kemudian diketahui tindakan-tindakan korup ini dilakukan secara massif pada banyak sekolah dan melibatkan pimpinan-pimpinan dilingkungan Departemen Agama Kanwil Banten, termasuk kepala Kantor tersebut. Kasus ini telah dilaporkan kepada KPK dan Kejaksaan Tinggi Propinsi Banten dan sekarang sudah masuk penyelidikan aparat yang berwenang.

Tindakan lain yang dilakukan Adi beserta masyarakat pesisir lainnya adalah mengajak kerjasama berbagai pihak yang peduli lingkungan untuk menekan Pemerintah agar segera menghentikan aktifitas penambangan pasir yang dilakukan perusahaan-perusahaan swasta yang sangat merusak lingkungan pesisir pantai. Sampai sekarang upaya ini terus menerus dilakukan, namun upaya perbaikan secara langsung juga dilakukan yang melibatkan berbagai organisasi sosial dalam bentuk penanaman Pohong Mangrove di bibir pantai.

Kegiatan lain yang turut diupayakan nya berkaitan dengan perbaikan kualitas hidup nelayan, hal ini berangkat dari kepeduliannya melihat kesulitan hidup yang dihadapi nelayan-nelayan disana. Adi Kusnadi menjadi inisiator pembentukan organisasi nelayan di lingkungannya yang bernama Pemuda Bahari dan Kelautan. Melalui organisasi ini, Adi berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai Instansi Pemerintah yang terkait dan Lembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat agar memberikan perhatian dan kontribusi bagi perbaikan kualitas hidup nelayan disana. Hasilnya sudah mulai dirasakan, beberapa kegiatan sudah dilakukan, sebut saja beberapa pelatihan-pelatihan bagi nelayan sudah terlaksana dengan baik. Di akhir tahun 2012, Adi mengajak Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia melakukan penaman mangrove di kampungnya bekerjasama dengan aktivis lingkungan di Kabupaten Tangerang

Related Links

Contact us

Komunitas Indonesia untuk Demokrasi
Jl. Tebet Barat Dalam X No. 23
Tebet, Jakarta Selatan
Tlp. 021 8314468 / 021 837 89 381

Email info@komunitasdemokrasi.or.id